Lima Parpol Bertemu di Kantor Hanura

Kompas.com - 01/05/2009, 00:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi besar lima partai politik yang terdiri dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra dan Partai Hanura, akan bertemu untuk membahas rencana koalisi yang akan dibangun untuk membentuk pemerintahan yang kuat dan efektif serta koalisi parlemen yang solid. Partai Amanat Nasional (PAN) direncanakan akan ikut, namun kepastiannya belum diperoleh.

Apabila pertemuan tersebut berjalan lancar, koalisi besar itu akan langsung dideklarasikan. Pertemuan itu akan dihadiri petinggi lima parpol, yaitu Ketua Umum Partai Golkar M Jusuf Kalla, Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum PPP Suryadharma Ali, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Soebianto, Ketum Partai Hanura Wiranto. Demikian disampaikan Jusuf Kalla, saat ditanya pers, seusai rapat konsolidasi Partai Golkar, Kamis (30/4) malam di Posko Slipi II, Jakarta.

Rapat konsolidasi Partai Golkar dilakukan setelah Kalla bertemu dengan dengan Megawati Soekarnoputri. "Kalau besok cepat, ya kita langsung deklarasi (koalisi besar)," tandas Kalla, tanpa merinci apakah besok akan dilakukan juga penetapan capres dan cawapres dari koalisi besar. Menurut Kalla, rapat konsolidasi Partai Golkar dan pertemuannya dengan Megawati Soeharnoputri mempersiapkan rencana pertemuan koalisi besar. "Positif hasilnya (pertemuan) dengan Ibu Megawati," kata Kalla lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau