Kesibukan Lokal di Rumah Jusuf Kalla

Kompas.com - 01/05/2009, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar satu jam menjelang deklarasi calon presiden dan calon wakil presiden di Posko II Slipi yang terletak di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, kesibukan lokal tampak di rumah tersebut. Kesibukan ini berlangsung sejak siang tadi.

Pekarangan posko sekaligus rumah pribadi Ketua Umum Partai Golkar M Jusuf Kalla itu ditutupi tenda besar yang membentang dari sisi kanan hingga sisi kiri. Sekitar tujuh hingga delapan pendingin ruangan portable dipasang di dalam tenda tersebut.

Puluhan kursi dijejerkan di kanan, kiri, dan depan teras rumah. Di depan teras sebuah meja dan lima kursi tengah ditata apik oleh petugas posko. Tidak ketinggalan dua tanaman diletakkan di sisi kanan dan kiri meja sehingga terlihat lebih cantik.

Saat ini beberapa pengurus Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar sudah berdatangan ke posko yang letaknya bersebelahan dengan rumah dinas wakil presiden itu. Mereka, misalnya, Sekretaris Jenderal Sumarsono dan Ketua DPD Yogyakarta Gandung Pardiman.

Sementara itu, untuk pengamanan tidak ada peningkatan yang berarti. Beberapa anggota Pasukan Pengamanan Presiden tampak berjaga-jaga di sekitar posko dan rumah dinas wapres. Mesin security checking juga dikerahkan untuk membantu proses pemeriksaan barang bawaan undangan dan pekerja media.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau