WNI Diimbau Tidak Berkunjung ke Meksiko

Kompas.com - 01/05/2009, 18:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS — Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal mengimbau warga negara Indonesia untuk tidak berkunjung ke Meksiko dan negara-negara lain yang sudah memiliki kasus flu babi. Imbauan disampaikan menyusul peningkatan fase penularan virus H1N1 menjadi fase 5.

"Jika tidak dapat menunda keberangkatan, maka diharapkan meningkatkan kewaspadaan untuk tidak masuk ke dalam daerah yang sudah terdapat proses penularan," ujar Menteri Perhubungan seusai menghadiri perayaan ulang tahun Pelabuhan Tanjung Emas ke-462 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/5).

Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, Menhub memastikan setidaknya sepuluh bandara dan satu pelabuhan di Indonesia yang memiliki pintu masuk internasional telah dipasangi pemindai suhu tubuh (thermoscanner).

Bandara tersebut antara lain Soekarno-Hatta, Polonia Medan, Ngurah Rai Bali, Adi Soetjipto Yogyakarta, Juanda Surabaya, Sultan Hasanudin Makassar, Temindung Samarinda, Sepinggan Balikpapan, dan Adi Soemarmo Surakarta. Adapun pelabuhan yang sudah dipasangi alat tersebut adalah Pelabuhan Tanjung Priok dan yang akan menyusul kemudian Pelabuhan Batam.

"Jika terdapat penumpang yang bertemperatur tinggi dan memiliki gejala flu akan dikarantina untuk kemudian diperiksa apakah memiliki potensi untuk menularkan," ujarnya.

Menhub mengatakan, pemasangan alat di bandara-bandara internasional di Indonesia merupakan bentuk pencegahan lapis kedua karena Indonesia tidak memiliki penerbangan, baik langsung ke Meksiko, maupun Amerika Serikat. "Penumpang yang akan ke Indonesia sudah di-screening terlebih dahulu di Singapura, Hongkong, atau negara-negara lainnya yang memiliki penerbangan langsung ke Indonesia," ucap Menhub.

Menhub menambahkan, tamu-tamu dari luar negeri yang akan menghadiri Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur Asian Development Bank Ke-42 di Bali juga akan melewati proses pemeriksaan dengan pemindai suhu tubuh tersebut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau