Pacar Baru Sang Mantan Lebih Hebat dari Anda?

Kompas.com - 01/05/2009, 19:29 WIB

KOMPAS.com - Bertemu tanpa sengaja dengan seorang mantan saja, Anda langsung kalang-kabut ingin ditelan bumi. Maklum, dulu hubungan Anda terputus tidak secara baik-baik. Sudah begitu, mantan Anda tampak menggandeng seorang perempuan dengan mesra. Karena Anda keburu berpapasan, terpaksa Anda menegurnya. Dan sang mantan memperkenalkan pacar barunya tersebut. Saat itulah Anda dapat mengamati pacar barunya dengan lebih jelas. Ia cantik, lebih masih muda, dari cara berdandannya Anda menilainya sungguh berkelas. Aih... sulit sekali untuk mengejar ketertinggalan Anda!

Jika Anda mengalami situasi seperti ini, bagaimana Anda berharap akan mendapati pasangan baru mantan Anda? Apakah Anda senang melihatnya didampingi oleh seseorang yang lebih baik daripada Anda? Ataukah Anda tidak rela melihat mantan Anda mampu menggandeng wanita yang lebih hebat, karena itu membuat Anda merasa kalah? Di lain pihak, bila pasangan berhubungan dengan seorang wanita yang "tidak ada apa-apanya" dibandingkan Anda, mungkin Anda juga akan berpikir, apa sih yang dilihat dari mantan dari wanita ini? Masa sih, Anda diputuskan hanya karena ia ingin bersama wanita ini? Ah, lagi-lagi Anda merasa kalah.

Perasaan seperti ini wajar saja terjadi. Coba Anda tanyakan pada teman-teman Anda, pasti banyak di antara mereka mengalaminya. Perasaan kesal atau salah tingkah itu pun, normal saja. Inilah yang perlu Anda pikirkan:

*Anda pernah mendengar bukan, bahwa pria lebih tidak mampu hidup sendiri bila ditinggalkan oleh wanita? Maka pria biasanya akan menjadi pihak yang lebih dulu mendapatkan pengganti wanita yang dulu menjadi kekasih atau istrinya. Bila ia kini menjalin hubungan dengan wanita yang tidak lebih baik daripada Anda, kemungkinan itulah wanita pertama yang ditemuinya setelah berpisah dengan Anda. Ia hanya berharap bisa segera melupakan Anda dengan menjalin hubungan dengan wanita lain.

*Wanita memiliki perasaan yang aneh: Anda sudah tidak ingin menjalin kasih dengan pria ini, namun Anda juga tidak rela bila ia lebih dulu mendapatkan pasangan. Perempuan biasanya ingin lebih dulu memiliki pasangan baru. Bisa dikatakan, hal ini karena wanita lebih sulit menata perasaannya. Bila Anda tidak juga mendapatkan pasangan baru, Anda khawatir mantan Anda berpikir Anda tak bisa melupakannya. Inilah yang tidak dialami pria. Ibaratnya, apa pun yang Anda pikirkan atau lakukan tentang dia, dia tidak lagi peduli.

*Meskipun Anda menjadi pihak yang memutuskan sang mantan, bagaimana pun juga Anda pernah sangat dekat dengannya. Anda selalu ada bersamanya, namun sekarang ada sepasang mata lain yang menatapnya dengan penuh cinta. Hal terpenting yang perlu diingat, Anda tak lagi bersamanya, dan dengan siapa mantan Anda sekarang berhubungan tidak ada hubungannya dengan Anda. Menyakitkan memang melihatnya bahagia bersama orang lain, dan Anda ingin segera berlari menghindarinya. Namun ia tidak melakukan hal ini untuk "menampar" Anda; mantan hanya sudah melupakan Anda dan melanjutkan hidupnya. Hal yang sama harus Anda lakukan dengan diri Anda. Forget about him, and move on.

*Tak perlu mengingat kembali mengapa Anda dulu berpisah atau bercerai darinya. Mengapa Anda terlalu keras padanya, atau mengapa ia selalu menutupi sesuatu dari Anda. Mengapa Anda terlalu banyak bekerja, atau mengapa ia sekarang begitu setia pada pasangan barunya. Mengapa mereka bisa begitu mudah menjalankan hubungan, tidak seperti Anda dulu?

Oke, berhenti lah menyalahkan diri sendiri atau siapa pun. Wanita baru tersebut bukan Anda. Anda dan dia adalah orang yang berbeda. Hal ini tidak berarti ia lebih baik daripada Anda, Anda berdua hanya lah orang dengan kepribadian yang berbeda. Mungkin wanita ini mampu menjalankan hubungan dengan lebih mudah bersama mantan Anda, maka terima lah hal tersebut. Mengapa harus peduli? Bukankah Anda yang memutuskannya? Tentu saja ada pria lain yang juga dapat menerima Anda apa adanya. Anda hanya belum bertemu dengannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau