Peserta WOC Di-"scan"

Kompas.com - 02/05/2009, 08:46 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia siap menangkal dan mengantisipasi dampak penyebaran flu babi saat pelaksanaan Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) di Manado, Sulut, 11-15 Mei 2009.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie di sela-sela kunjungan ke Manado, Jumat hingga Sabtu (2/5) ini, mengatakan, pengamanan dilakukan mulai dari Bandara Sam Ratulangi Manado.

Pemerintah pusat, kata Ical, sudah menyiapkan deteksi suhu badan atau thermo scanner di Bandara Samrat agar ribuan peserta WOC dari 121 negara yang menyatakan kesiapan datang ke Manado mampu diantisipasi.

Keberadaan thermo scanner melalui kamera pengukur panas itu dapat mengetahui kondisi penumpang lewat body scanner, apakah dalam kondisi sehat atau tidak. Virus H1N1 yang berasal dari Meksiko itu memang cukup meresahkan masyarakat internasional karena korban meninggal sudah mencapai ratusan orang.

Sebelumnya, Menko Kesra bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi melakukan pengecekan akhir lokasi pelaksanaan WOC dan "Coral Triangle Initiative (CTI) Summit" di Manado.

Lokasi yang dikunjungi adalah Bandara Samrat, "Convention Hall" dan Grand Kawanua City Hotel (GKIC) serta beberapa infrastruktur penting lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau