ROMA, KOMPAS.com — Unggulan utama Rafael Nadal mengalahkan rekan senegaranya dari Spanyol, Fernando Verdasco, 6-3 6-3 pada pertandingan tenis Masters Roma, Jumat (1/5) waktu setempat. Sedangkan Roger Federer yang mengalahkan petenis kualifikasi dari Jerman Mischa Zverev 7-6 6-2, dan akan bertemu dengan penyandang gelar Novak Djokovic di semifinal.
Djokovic sendiri dengan mudah mencetak angka 6-3 6-4 atas unggulan kelima dari Argentina Juan Martin Del Potro. Sementara itu, Nadal selanjutnya akan bertemu unggulan ke-12 dari Chile, Fernando Gonzalez, yang menang 2-6 6-3 6-4 atas petenis kualifikasi dari Argentina, Juan Monaco.
Unggulan keenam Verdasco, yang mengalahkan Nadal dalam permainan keras selama lima set di Australia Terbuka tahun ini, menyamakan kedudukan setelah beberapa kali saling bertukar angka pada dua game pertama.
Petenis nomor satu dunia itu melancarkan beberapa pukulan keras, tetapi tidak berhasil melakukan servis tajam sehingga ia hanya melancarkan pukulan lob. Namun, ia menemukan irama permainan untuk menang dalam set pertama.
Pertarungan juga amat ketat pada set kedua sampai akhirnya Nadal pada game kedelapan mematikan bola Verdasco lewat pukulan backhand yang mengarah ke tempat kosong lawannya. "Saya merasa bermain tidak terlalu bagus," demikian pengakuan Nadal dalam temu pers setelah ia mengamankan lima break points pada set kedua.
"Saya membuat beberapa kesalahan terutama pada set kedua. Saya sedikit beruntung karena lawan saya membuat beberapa kesalahan pada perebutan poin penting," ujarnya.
Di pertandingan lain, Zverev (21) mengajak Federer untuk melakukan permainan keras dan bagus pada set pembuka. Petenis Jerman itu melancarkan servis dengan keras, menekan ke dekat net dengan menunjukkan karakter permainannya ketika memecah dua servis lawan dan mendapatkan poin pada game kesepuluh, yang sempat ditunda beberapa saat karena seorang penonton jatuh sakit.
Zverev tidak dapat berbuat banyak pada set berikutnya kendati ia terus menekan lawan. Federer membuat angka tiebreak 7-3 lewat pukulan forehand menyilang lapangan.
"Pertandingan ini merupakan percobaan yang bagus," kata petenis Swiss itu. "Saya harus maju untuk memukul bola. Enak rasanya bila kita sedang di belakang tetapi langkah kita hidup untuk mengejar bola ke muka lapangan."
"Lawan saya amat berbakat. Saya kira ia amat potensial dan ia sudah menunjukkan hal itu minggu ini," kata Fderer lebih lanjut.
Pengembalian baik
Dalam pertandingan lain, Djokovic menghasilkan beberapa pengembalian bola yang amat baik ketika menghadapi servis keras Del Potro pada game keempat saat meraih set pertama dengan satu ace.
Del Potro menekan lawannya pada awal set kedua, tetapi gagal mendapatkan dua poin amat berpotensi pada game keempat sehingga lawannya unggulan ketiga itu dengan cepat mengakhiri permainan.
Petenis Argentina itu mendapatkan tiga match point, tetapi Djokovic membalasnya dan melaju ke putaran berikutnya. "Secara fisik saya kira saya lebih kuat (dibanding tahun lalu) dan saya melakukan kombinasi antara kesabaran dan agresif pada momen penting," kata Djokovic.
"Bermain di lapangan tanah liat amat dibutuhkan rasa percaya diri tinggi dan kita harus mampu bermain reli panjang namuh harus bersabar sebagai senjata untuk mendapatkan poin demi poin," katanya.
"Saya mengincar bertemu dengan Federer. Ini merupakan tantangan bagi kami berdua. Ia menang kedua kali di Monte Carlo. Saya kira kami berdua memiliki peluang," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang