JK Maju Jadi Capres karena Golkar Dihina

Kompas.com - 02/05/2009, 20:21 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar M Jusuf Kalla mengakui sebenarnya tidak ingin berpisah dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun keadaan dan harga diri partai membuatnya terpaksa harus berpisah.
   
"Saya sering ditanya kenapa SBY-JK berpisah.  Saya sendiri sebenarnya tak punya keinginan berpisah, tetapi keadaan yang membuat terpaksa kami berpisah," kata Jusuf Kalla ketika silaturahmi dengan DPD II se-Sulsel di kediaman JL Haji Bau Makasar, Sabtu malam.
   
Pertemuan tersebut berlangsung di halaman belakang dan didahului dengan makan malam bersama. Menurut Kalla semua parpol punya cita-cita, begitu juga Partai Golkar. Menurut Kalla suatu saat Partai Golkar terusik harga dirinya ketika dikatakan hanya akan mampu meraih 2,5 persen, oleh karena itu semua DPD I memintanya maju sebagai capres.
   
"Karena Golkar merasa terhina punya harga diri, maka saya maju sebagai capres. Saya tak bisa menolak, kalau tidak saya terima Golkar pecah," kata Kalla dengan nada tinggi.
   
Selain itu, tambah Kalla  karena ia yakin akan mampu.  Kalla juga menegaskan selama Partai Golkar menjadi bumper atas apa saja. "Partai Golkar selalu jadi bumper apa saja masalah bangsa. Baik masalah APBN interpelasi atau angket. Pembela utamanya Partai Golkar," kata Kalla.
   
Karena itu tambahnya orang sering lupa bahwa Partai Golkar telah memberikan sumbangan yang besar bagi pembangunan bangsa ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau