Rexy Datang, Menghibur dan Menyumbang

Kompas.com - 03/05/2009, 11:34 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Datang langsung dari Malaysia, Rexy Mainaky memperlihatkan bulu tangkis dapat menjadi tontonan yang menghibur, seperti Harlem GlobeTrotters.

Harlem GlobeTrotters meruapakan klub bola basket yang seluruh pemainnya meerupakan atlet berkulit hitam.  Selama beberapa dekade mereka mereka mengemas bola basket sebagai pertunjukan dengan atraksi akrobarik yang menuntut penguasaan teknsik yang prima.  

Di gedung bulu tangkis Asia Afrika, Senayan, bersama rekan-rekannya sesama mantan pemain dunia: Ricky Subagdja, Candra Wijaya dan Sigit Budiarto, Rexy melakukan eksibisi di sela-sela kejuaraan bulu tangkis Candra Wijaya's Mens Double Championship, Sabtu (3/5).  Ricky/Rexy merupakan peraih medali emas olimpiade Atlanta 1996, sementara Candra/Sigit pernah menjadi juara dunia pada 1997.

Selama 30 menit keempat pemain ini memperlihatkan permainan dengan teknik tinggi yang mengingatkan para penonton  yang datang di gedung bulu tangkis Asia Afrika, Senayan. Dan inilah yang menunjukkan kelebihan mereka dibanding para pemain muda saat ini, karena stamina yang sudah pas-pasan.

Tidak pelak Rexy menjadi bintang dalam eksebisi tersebut.  Mantan pemain pelatnas Cipayung ini melakukan banyak gerakan yang menghibur.  Shadow moving telebih dulu sebelum melakukan smash atau lob atau melakukan adu drive hingga 20 pukulan dengan Candra.

Rexy bahkan mencoba meniru-niru gaya pemain sepakbola legendaris Diego Maradona dengan meminta dukungan penonton  saat pasangannya, Ricky Subagja tengah pontang panting mengembalikan pukulan-pukulan lawan mereka. Saat Ricky juga tengah kesulitan mengembalikan bola, Rexy justru minum atau memberi hormat kepada para sesepuh bulu tangkis yang datang seperti MF Siregar, Stanley Gouw mau pun mantan pemain seperti Ade Chandra, Johan Wahyudi dan  Eddy Hartono.

Ricky pun mencoba mengimbangi kebodoran rekannya. Saat Rexy melakukan adu drive yang tak berkesudahan dnegna Candra, Ricky langsung meminta shuttle-cock baru dan melakukan adu pukulan dengan Sigit yang juga menganggur.

Rexy mengaku diminta Candra untuk melakukan pertandingan  eksebisi ini. "Saya datang dari Kuala Lumpur, Jumat, bermain Sabtu dan balik lagi Minggu. Hitung-hitung week-end di tanah air," kata Rexy.

Bukan hanya mengingatkan para penggemar bulu tangkis tentang masa kejayaan bulu tangkis Indonesia dekade 1990-an, Rexy juga menyumbangkan raketnya untuk dilelang.  Raket Ricky dan Rexy masih-masing menghasilkan dana Rp 20 juta yang disumbangkan untuk mantan pemain Unang AP yang tengah mengalami gagal ginjal. Unang merupakan anggota tim Piala Thomas pada 1964, 1967 dan 1970.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau