JAKARTA, Kompas.com - Datang langsung dari Malaysia, Rexy Mainaky memperlihatkan bulu tangkis dapat menjadi tontonan yang menghibur, seperti Harlem GlobeTrotters.
Harlem GlobeTrotters meruapakan klub bola basket yang seluruh pemainnya meerupakan atlet berkulit hitam. Selama beberapa dekade mereka mereka mengemas bola basket sebagai pertunjukan dengan atraksi akrobarik yang menuntut penguasaan teknsik yang prima.
Di gedung bulu tangkis Asia Afrika, Senayan, bersama rekan-rekannya sesama mantan pemain dunia: Ricky Subagdja, Candra Wijaya dan Sigit Budiarto, Rexy melakukan eksibisi di sela-sela kejuaraan bulu tangkis Candra Wijaya's Mens Double Championship, Sabtu (3/5). Ricky/Rexy merupakan peraih medali emas olimpiade Atlanta 1996, sementara Candra/Sigit pernah menjadi juara dunia pada 1997.
Selama 30 menit keempat pemain ini memperlihatkan permainan dengan teknik tinggi yang mengingatkan para penonton yang datang di gedung bulu tangkis Asia Afrika, Senayan. Dan inilah yang menunjukkan kelebihan mereka dibanding para pemain muda saat ini, karena stamina yang sudah pas-pasan.
Tidak pelak Rexy menjadi bintang dalam eksebisi tersebut. Mantan pemain pelatnas Cipayung ini melakukan banyak gerakan yang menghibur. Shadow moving telebih dulu sebelum melakukan smash atau lob atau melakukan adu drive hingga 20 pukulan dengan Candra.
Rexy bahkan mencoba meniru-niru gaya pemain sepakbola legendaris Diego Maradona dengan meminta dukungan penonton saat pasangannya, Ricky Subagja tengah pontang panting mengembalikan pukulan-pukulan lawan mereka. Saat Ricky juga tengah kesulitan mengembalikan bola, Rexy justru minum atau memberi hormat kepada para sesepuh bulu tangkis yang datang seperti MF Siregar, Stanley Gouw mau pun mantan pemain seperti Ade Chandra, Johan Wahyudi dan Eddy Hartono.
Ricky pun mencoba mengimbangi kebodoran rekannya. Saat Rexy melakukan adu drive yang tak berkesudahan dnegna Candra, Ricky langsung meminta shuttle-cock baru dan melakukan adu pukulan dengan Sigit yang juga menganggur.
Rexy mengaku diminta Candra untuk melakukan pertandingan eksebisi ini. "Saya datang dari Kuala Lumpur, Jumat, bermain Sabtu dan balik lagi Minggu. Hitung-hitung week-end di tanah air," kata Rexy.
Bukan hanya mengingatkan para penggemar bulu tangkis tentang masa kejayaan bulu tangkis Indonesia dekade 1990-an, Rexy juga menyumbangkan raketnya untuk dilelang. Raket Ricky dan Rexy masih-masing menghasilkan dana Rp 20 juta yang disumbangkan untuk mantan pemain Unang AP yang tengah mengalami gagal ginjal. Unang merupakan anggota tim Piala Thomas pada 1964, 1967 dan 1970.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang