MATARAM, KOMPAS.com — Sedikitnya 24.054 warga miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mendapat pelayanan KB gratis sebagai salah satu kegiatan pawai (roadshow) Semarak KB di daerah ini.
"Pelayanan KB gratis bagi puluhan ribu calon akseptor baru tersebut akan dimulai pada 4-7 Mei 2009," kata Kepala BKKBN NTB H Sukardi di Mataram, Minggu (3/5).
Calon akseptor tersebut akan dilayani dengan berbagai alat kontrasepsi, seperti IUD (918 akseptor), suntikan (9.007 akseptor), dan kondom (hampir 2.000 akseptor).
Diharapkan seluruh jajaran PKK maupun kader KB serta masyarakat mendukung program tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, jumlah peserta KB baru selama tahun 2008 tercatat 145.017 akseptor atau 97,2 persen dari rencana. Banyaknya masyarakat yang ikut KB karena adanya kerja sama yang baik antara tokoh agama, masyarakat, bidan, dan perawat.
Jumlah peserta KB aktif hingga kini tercatat sekitar 54 persen dari jumlah pasangan usia subur (PUS) sebanyak 900.000 orang. Jumlah Keluarga Balita Aktif BKB sebanyak 23.283 keluarga, Keluarga Remaja aktif BKR 5.817 keluarga, Keluarga Lansia aktif BKL 6.092 keluarga, dan anggota UPPKS 19.369 keluarga.
Menurut Sukardi, peranan pondok pesantren dalam memasyarakatkan program KB di daerah ini cukup besar karena ada sejumlah pondok pesantren yang bersedia membuka klinik KB.
"Sebelumnya KB dianggap haram oleh sebagian masyarakat, namun setelah dijelaskan oleh tokoh agama termasuk para tuan guru (ulama), program KB bisa berjalan aman dan lancar," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang