GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Pembangunan jalan lintas selatan di DI Yogyakarta yang dimulai dari Kabupaten Gunung Kidul untuk menghilangkan disparitas kesenjangan antar wilayah. Bupati Gunung Kidul Suharto optimistis pembangunan jalan itu sanggup meningkatkan dinamika pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia
"Jelajah jalan bermanfaat untuk perencanaan pembangunan. Semoga pembangunan JLS (jalan lintas selatan) bisa mengubah tradisi pengiriman tenaga kerja Gunung Kidul, dari sekadar pembantu rumah tangga menjadi tenaga ahli," ujar Suharto ketika menerima Tim Ekspedisi Susur Selatan Jawa 2009 Harian Kompas di Desa Songbanyu, Gunung Kidul, Sabtu (2/5).
Suharto berharap pembangunan JLS dapat mendongkrak beragam potensi wisata, perikanan, hingga pemenuhan kebutuhan air bersih bagi penduduk di musim kemarau. Hingga kini baru 74 persen warga Gunung Kidul yang sudah teraliri air bersih. Suharto menargetkan air tak lagi menjadi masalah nasional pada 2010.
Kendala utama pembangunan JLS, menurut Suharto adalah pembebasan lahan Harga pembebasan yang telah rampung berkisar Rp 60.000-Rp 150.000 per
meter persegi. Kendala terutama dialami di kawasan wisata di Desa Girijati, Purwosari, yang warganya mematok harga tanah hingga Rp 2 juta per meter persegi.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pengeraan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DI Yogyakarta Tjipto Haribowo mengatakan, pembangunan JLS di daerahnya melewati Kabupaten KuIon Progo, Bantul, dan Gunung Kidul. "Pengendalian tata ruang sangat penting supaya peruntukan JLS tidak bergeser dari tujuan mendongkrak perekonomian warga wilayah selatan," ujarnya.
Panjang total JLS di Yogyakarta 122,71 kilometer. Sekitar 80 persen di antaranya berlokasi di Gunung Kidul. Pembebasan lahan telah dimulai sejak tahun 2005 dan dibiayai menggunakan APBD DIY 90 persen dan dan APBD kabupaten 10 persen.
Dari total 83,25 kilometer JLS di Gunung Kidul, 22 kilometer di antaranya selesai dibebaskan. Total dana pembebasan 2005-2008 sebesar Rp 24,5 miliar. Pengerjaan fisik tersebut meliputi pelebaran jalan hingga 14 meter di wilayah yang datar, serta pelebaran hingga 18-25 meter di jalan yang melintasi jurang dan perbukitan kars.(YOP/AHA/WKM)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang