Untuk Pilpres, Kalla Lakukan Pemotretan

Kompas.com - 03/05/2009, 18:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Juli mendatang, dua hari setelah mendeklarasikan sebagai calon Presiden dan calon Wapres, Jumat (1/5) malam lalu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla mempersiapkan diri dengan membuat foto untuk kepentingan pilpres.

Pemotretan dilakukan Kalla, yang juga Wapres RI, di ruang tengah rumah dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta, Minggu (3/5) sore. Beberapa jam sebelumnya, Kalla baru tiba melakukan kunjungan kerja dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang dilakukan sejak Sabtu (2/5) lalu.

Ruang tengah rumah dinas Kala "disulap" seperti ruang studio, lengkap dengan layar putih, lampu pantul dan lainnya. Untuk sesi pemotretan itu, Kalla tercatat berganti baju empat kali dalam posisi berdiri. Pertama, ia menggunakan baju berwarna telur asin lengan panjang, yang biasanya dipakainya sehari-hari dalam bekerja. Kedua, ia berganti baju batik warna coklat. Ketiga, Kalla menggunakan setelan jas warna hitam berikut dasi warna merah marun. Sesi yang keempat, Kalla berganti baju santai lengan pendek dengan motif bunga. Kali ini, Kalla duduk di kursi sofa.

Namun, sebelum pemotretan tiga cucunya berebut ikut foto bareng dan naik ke kursi. Sebelumnya, Kalla juga sempat "diganggu" oleh cucunya yang bernama Rasyid. Saat sang kakek akan berfoto, ia menyeruak dan minta difoto bareng dengan menunjukkan dua jarinya dengan lambang victory. Menyaksikan kejadian itu, Kalla hanya senyum-senyum saja. "Foto dulu, nanti lagi ya main-mainnya," ujar Kalla.

Sementara, dua putranya Solichin dan Muslichah berkali-kali memanggilnya. Untuk urusan mendandani sang ayah dalam berfoto, putri sulung Kalla Muslichah membantunya membawakan dan memilih baju serta dasi. Adakalannya membedaki sang ayah agar hasil pemotretannya lebih baik. Adapun Ny Mufidah Jusuf Kalla berada di lantai dua rumahnya.

Pasangannya Cawapres Wiranto, juga baru saja datang untuk melakukan sesi pemotretan. Sebelumnya, Wiranto ditunggu hingga pukul 17.30 wib. Namun, Wiranto belum tiba. Wiranto juga ditunggu untuk sesi pemotretan keperluan pilpres.

Dijadwalkan, foto akan digunakan untuk bilboard kampanye dan tanda gambar di KPU, terutama di surat suara dan lainnya. Saat ini, Wiranto tengah melakukan sesi pemotretan. Setelah foto sendirian, Wiranto dan Kalla akan berfoto bersama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau