Rani dan Keluarga Sembunyi di Apartemen

Kompas.com - 04/05/2009, 06:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rani Juliani alias Tini alias Tika mendadak hilang dari rumahnya sehari setelah peristiwa penembakan terhadap Andi Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, satu dari tiga anak perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia.

Bak ditelan bumi, karena bukan hanya Rani yang pergi dari rumah di Kampung Kosong RT 01 RW 07 No 8, Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, melainkan semua keluarganya, yakni ayahnya, Endang;  ibunya, Kusnaini alias Engkus; dan adiknya, Adi, juga raib.

Menurut sumber, Rani dan keluarganya diamankan di sebuah apartemen di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, tidak jauh dari Polda Metro Jaya. Ia mendapat pengawalan ketat polisi.

Saat Warta Kota menyambangi rumah keluarga Rani, Minggu (3/5) siang, rumah itu sepi dan pintu pagar teras digembok. Selain terlihat tumpukan sepatu di rak yang agak berantakan di teras samping, terdapat sejumlah helm sudah berdebu tergantung di tembok samping. Selain itu, lampu yang menyala hanya lampu hias di teras ruang tamu luar.

Menurut sejumlah warga, dua hari lalu lampu itu belum menyala. Mereka menduga lampu itu dinyalakan pada Sabtu (2/5). ”Kayaknya lampu itu dinyalakan si Adi, adiknya Rani. Sebab, pemuda itu pernah kelihatan sebentar di teras rumah sedang membawa tas dan kemudian pergi melalui jalan kampung ini menuju jalan besar Serpong sana,” ujar Jaelani, salah seorang warga di kampung itu.

Halaman rumah dipenuhi aneka bunga dalam pot. Namun, semua tanaman itu nyaris mati karena sudah sebulan tidak disiram oleh pemiliknya. Rani ataupun ibunya dikenal suka dengan tanaman. Kabarnya sebagian tanaman yang ada di halaman adalah pemberian dari Nasrudin.

”Sebulan ini mereka tidak pernah kelihatan lagi. Saya sering melihat ada beberapa laki-laki berbadan tegap datang. Namun, mereka juga hanya melihat-lihat karena enggak ketemu sama tuan rumahnya,” kata Siti, salah seorang tetangga Rani.

Rumah yang terletak di perkampungan sekitar 500 meter di belakang sebuah pabrik bahan tekstil itu kini jadi perhatian dan perbincangan warga. Sebab, sejak nama Rani dikait-kaitkan dengan peristiwa pembunuhan Nasrudin, wartawan media cetak dan elektronik berulang kali mendatangi rumah itu.

”Rani jarang bergaul. Namun, kelihatan anaknya biasa-biasa saja dan baik karena masih suka menegur tetangga. Makanya, kami juga kaget waktu baca di koran dan lihat di televisi Rani ikut tersangkut atau mengetahui peristiwa pembunuhan itu. Selain itu, yang bikin tambah kaget adalah Rani disebut sebagai orang yang jadi pemicu pembunuhan itu. Kabarnya sih selingkuhan ya?” kata Haminah, warga yang tinggal di belakang rumah Rani.

Sementara itu, soal pernikahan Rani dengan Nasrudin, beberapa tetangga mengaku tidak mengetahuinya. Namun, mereka sempat mendengar, Rani sudah meresmikan pernikahan secara siri dengan Nasrudin dua tahun lalu.

”Waktu itu ada hajatan di situ. Katanya itu syukuran pernikahan Rani. Sayangnya, warga di sini tidak ada yang diundang. Kayaknya cuma kerabat keluarga Rani yang datang,” kata Jaelani.
Jaelani sering melihat Nasrudin sering datang ke rumah Rani. Meski tidak menginap, Nasrudin sering terlihat di rumah itu selama berjam-jam.

Rani adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Selama ini Rani bekerja sebagai caddy atau asisten untuk permainan golf di Lapangan Golf Modernland, Cipondoh, Kota Tangerang. Kedekatan antara Rani dan Nasrudin dimulai dari perkenalan mereka di arena permainan golf itu. (Celestinus Trias hp/Syahrul Munir)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau