SBY: Asia Merupakan Macan dan Naga Terbaik

Kompas.com - 04/05/2009, 11:25 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com — Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia masih positif dengan pertumbuhan tercepat dibandingkan negara lain kendati ada pelambatan ekonomi global pada tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat Pembukaan Resmi Sidang Tahunan Ke-42 Bank Pembangunan Asia di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali.

"Meski ada perlambatan global, Asia tetap positif dan tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat. Kawasan Asia telah menjadi simbol harapan. Kita merupakan kawasan macan dan naga yang baik," ujar Presiden, Senin (4/5).

Menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi tersebut diperkuat oleh pasar domestik. Sebab, Asia memiliki jumlah penduduk yang besar dengan potensi pasar yang luas.

Presiden melanjutkan, pertumbuhan ini akan terus positif pada tahun-tahun mendatang. "Prediksi pertumbuhan ekonomi Asia positif. Ini akan bertahan sampai tahun-tahun mendatang," tuturnya.

Sebelumnya, ADB memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di 44 negara berkembang anggota ADB pada tahun ini sebesar 3,4 persen dan 6 persen pada 2010.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau