Buat Si Kecil Sibuk Saat Anda Bekerja di Rumah

Kompas.com - 04/05/2009, 17:02 WIB

KOMPAS.com - Banyak perempuan yang mendambakan pekerjaan yang dapat dilakukan di rumah saat mereka mulai memiliki anak. Bayangan akan menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak, waktu yang fleksibel untuk bekerja, tentu sungguh menggoda. Bahkan, tak sedikit perempuan yang rela mengundurkan diri dari perusahaan untuk menjadi full time mommy.

Dalam kenyataannya, bekerja di rumah saat anak sedang butuh perhatian penuh, sama sekali bukan pekerjaan mudah. Bila membiarkannya anak bermain sendiri, Anda khawatir ia akan melakukan hal-hal yang membahayakan keselamatan dirinya. Bila terus-menerus menemaninya bermain, Anda justru khawatir pekerjaan Anda tak juga selesai. Satu kata kuncinya adalah kompromi: Anda bekerja saat Si Kecil juga bermain. Namun maukah Si Kecil "berkompromi" dengan Anda?

Lylah M. Alphonse, penulis di sejumlah blog seperti The 36-Hour Day dan Work It, Mom!, yang juga ibu dari lima anak, memberikan beberapa ide untuk membuat Si Kecil sibuk dengan kegiatannya di rumah: 

1. Atur tempat bermain di dekat meja kerja Anda. Penuhi dengan buku-buku mewarnai, spidol, stiker, lilin malam, apa pun yang ia sukai, agar ia tetap dapat beraktivitas tanpa membutuhkan banyak pengawasan dari Anda. Agar Si Kecil tak merecoki komputer Anda, beri ia ponsel bekas dengan SIMCard yang sudah tak terpakai. Ponsel tetap dapat dimain-mainkan tanpa Anda khawatir Si Kecil akan merusakkannya. Sebuah penelitian menyarankan, memberi anak ponsel bekas untuk dimainkan lebih mendidik daripada memberinya ponsel atau laptop mainan.

2. Jangan takut membiarkannya menonton TV. Pastikan stasiun TV menayangkan acara anak-anak, bukan sinetron atau berita kriminal. Atau, putarkan saja DVD film-film anak atau film pelajaran berhitung atau membaca.

3. Jangan berharap Anda bisa bekerja dalam keadaan tenang. Ada suatu peraturan tak tertulis yang menyebutkan, semakin Anda memaksa anak tidur, semakin sulit mereka tertidur. Keluarkan mainan-mainan yang biasanya tak Anda ijinkan untuk dimainkan karena terlalu berisik. Anak-anak akan senang karena diijinkan memainkannya; hal ini membuat mereka sibuk dan cepat lelah.

4. Berhenti sejenak untuk menemaninya bermain. Si Kecil akan sedikit tenang jika Anda sesekali menemaninya bermain. Curahkan perhatian Anda saat bermain, setidaknya 15 menit. Lalu minta mereka untuk bermain sendiri selagi Anda meneruskan pekerjaan. Setelah Anda selesai bekerja, jangan lupa memuji kerjasamanya dan jadwalkan waktu bermain selanjutnya.

5. Atur waktu untuk membacakan cerita. Buku-buku atau CD berisi cerita-cerita anak adalah senjata Anda yang bekerja di rumah. Pilih cerita yang dikenal oleh anak, dan minta mereka memilih cerita yang diinginkan. Anak-anak yang lebih besar bisa diajak membaca dengan bantuan CD, atau beri buku-buku kesukaannya untuk dibacaulang.

6. Berikan PR untuk Si Kecil. Anda yang bekerja sebagai penulis freelance bisa mengajak anak untuk menulis (atau diktekan ke tape recorder) artikel mereka sendiri. Atau, berikan mereka tiga gambar, lalu minta mereka mengarang cerita berdasarkan gambar tersebut. Bisa juga Anda meminta anak-anak memilih cerita yang disukai, lalu minta mereka berakting sesuai cerita.

7. Biarkan mereka bermain air. Jika Anda bekerja dengan laptop dan khawatir akan terganggu, minta mereka mandi lebih cepat. Siapkan mainan mereka yang tahan air, lalu awasi mereka sambil tetap bekerja.

8. Siapkan kotak dengan mainan pilihan yang membuat mereka bisa mengeksplorasinya. Misalnya post-it notes, puzzle yang sederhana, scrap books, papan tulis mini, dan lain sebagainya. Ganti permainan tersebut sesekali agar mereka tetap betah di tempatnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau