Tak Hanya Cantik, Rani Pun Molek...

Kompas.com - 04/05/2009, 17:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Di mata lelaki, Rani Juliani tak hanya cantik, tetapi pun mempunyai tubuh yang molek. Gadis yang namanya kerap disebut bersamaan dengan perkara yang menimpa Ketua KPK nonaktif, Antasari Azhar, ini tak sulit mendapat perhatian dari banyak orang, terutama pria.

"Yang perlu digarisbawahi adalah body-nya, kalau wajah cantik di sini banyak. Tapi pria mana pun kalau melihat tubuhnya Rani, pasti suka. Susah untuk diterangkan," kata Ari (nama samaran), sembari tersenyum, Senin (4/5). Ari adalah karyawan padang golf Modern yang tak mau disebutkan namanya.

Hal yang sama juga dikatakan karyawan lain, Nia (juga nama samaran). Rani memang cantik. Dengan tinggi badan sekitar 165 cm dan berat yang proporsional, tak heran hal itu menjadi kelebihan dibandingkan caddy wanita lainnya di sana. "Kalau kami dalam satu shift belum tentu bisa merumput. Tapi kalau Rani sudah punya jadwal melayani player oleh front office," terangnya.

Selama ini diketahui profesi Rani hanya sebagai caddy di Padang Golf Modern. Namun, beberapa karyawan di sana mengatakan profesi terakhir putri pasangan Endang M Hasan (45) dan Kuswati (40) itu adalah tenaga marketing paruh waktu (freelancer).

Menurut Ari, setelah empat tahun bekerja sebagai caddy di padang golf ini, Rani sempat keluar untuk menjadi waitress (pelayan) di Imperial Golf selama kurang dari satu tahun. Kemudian Rani kembali lagi ke padang golf Modern sebagai tenaga marketing.

"Kalau berdasarkan aturan, karyawan yang sudah keluar tidak boleh kembali lagi. Tapi kalau di sini yang dinilai servis. Rani cantik, servisnya juga bagus tentu saja perusahaan menerimanya lagi," ujar Ari.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian HRD PT Modern Land Realty Tbk Herman Halim membenarkan hal tersebut. "Rani memang menjadi marketing tapi freelance. Waktu itu dia sempat keluar dengan alasan kuliah," terangnya.

Setelah hampir satu tahun, lanjut Halim, pada pertengahan 2008 Rani kembali lagi melamar dan langsung menemui Wiriadi, GM Padang Golf Modern. "Kalau saya tidak masalah Rani kembali lagi, asal sesuai dengan aturan dan membawa benefit bagi perusahaan," kata dia singkat.

Sebagai freelancer, Rani bekerja hanya pada hari libur. Setelah kasus penembakan Nasrudin, Rani tidak pernah datang bekerja lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau