Pasar Halal Dunia Meningkat

Kompas.com - 04/05/2009, 17:58 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Pasar produk halal dunia terus meningkat. Pada 2008 nilainya mencapai 580 miliar dollar AS. Tahun ini, angka tersebut naik 9,3 persen atau 54 miliar dollar AS menjadi 634 miliar dollar AS dari 1,8 miliar penduduk muslim di seluruh dunia.
   
CEO International Halal Integrity (IHI) Darhim Hashim di Kuala Lumpur, Senin (4/5), mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan Global Food Research & Advisory, Mei 2009, pasar produk halal telah naik mencapai 634 miliar dollar AS.
   
"Pasar produk halal terus meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara-negara Muslim dan non-Muslim seperti Eropa dan Amerika," tambah dia.
   
Ia mengatakan hal itu dalam jumpa pers seusai pembukaan World Halal Forum ke-4 2009 di Kuala Lumpur, Senin. Dalam jumpa pers itu juga hadir Presiden World Halal Forum (WHF) Saleh Abdullah Kamel.
   
Namun, acara ini yang biasanya selalu dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia kini hanya dibuka oleh Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Mustapa Mohamed.
   
Yang menarik adalah hadirnya ketua menteri Pulau Pinang Lim Guan Eng, yang menjadi menteri dari negara bagian yang dikuasai oposisi Malaysia sekaligus etnis China.
   
Ia ikut tampil ke depan memberikan cendera mata kepada Presiden WHF Saleh Abdullah Kamel. Ini merupakan yang pertama kali seorang ketua menteri non-Muslim dan etnis China hadir pada World Halal Forum.
   
Oleh sebab itu, Presiden WHF Saleh mengatakan kepada negara-negara Muslim dan pengusaha untuk terjun tanpa ragu-ragu lagi masuk ke dalam industri produk halal karena pangsa pasarnya terus meningkat. Menurutnya, kini produk halal juga digemari oleh konsumen non-Muslim di berbagai belahan dunia.
   
Pertemuan WHF di Kuala Lumpur juga terus meningkat. Sejak dimulainya WHF tahun 2006 yang hanya dihadiri 463 delegasi dari 27 negara, jumlahnya naik di tahun 2007 menjadi 980 delegasi dari 40 negara.
   
"Peserta pertemuan World Halal Forum ke-3 tahun 2008 naik lagi hingga 1.200 delegasi dari berbagai negara, industri, organisasi penelitian, universitas, lembaga konsumen, dan lembaga keagamaan," kata Jumaatun Azmi, pendiri WHF Malaysia.
   
Kesempatan itu digunakan juga oleh KFC Holding (Malaysia) Bhd melakukan MoU dengan Yum Restaurants (India) Pvt Ltd untuk mengoperasikan KFC halal di India. Pada tahap awalnya, seusai MoU ini, KFC Malaysia akan membuka cabang di Mumbai dan Pune, India, sebelum ekspansi ke negara bagian lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau