Dalam Enam Bulan, Kondisi Pasar Normal

Kompas.com - 04/05/2009, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebesar 47 persen konsumen yang disurvei memandang kondisi pasar selama enam bulan menjadi normal atau baik. Mereka mengharapkan tidak ada begitu banyak perubahan dalam enam bulan ke depan. Dari suveri, hanya 13 persen yang menyatakan kondisi ekonomi akan memburuk.

Hal itu dipaparkan Direktur Eksekutif Konsumen Riset The Nielsen Company Catherine Eddy dalam temuan Nielsen Omnibus di Jakarta, Senin (4/5).

Hasil temuan itu diperoleh dari riset yang dilakukan di enam kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang dan Makassar. Secara total , jumlah responden 2.033 orang mewakili 13.853.000 konsumen telah disurvei di gelombang terakhir dari survei yang terus berjalan ini.

"Sedikitnya responden yang menyatakan kondisi ekonomi memburuk merupakan berita baik. Kami melihat banyak sekali liputan media tentang kemunduran global dan telah menjadi ramalan sendiri saat kepercayaan dan harapan rendah," kata Catherine.

Sentimen pasar dipandang memiliki dampak besar terhadap apa yang sebenarnya terjadi dalam kenyataan. Jika konsumen tetap yakin, maka akan pasar akan lebih bergairah. Bahkan, sebagian besar konsumen juga mengharapkan keuangan pribadi mereka menjadi lebih baik dalam enam bulan ke depan. Sekitar 56 persen menyatakan kondisi keuangan akan baik.

Lebih berhati-hati

Catherine mengatakan, walaupun survei menunjukan kondisi positif, orang Indonesia kini lebih berhati-hati terhadap pengeluaran mereka. Sebesar 72 persen konsumen menyatakan bahwa saat ini bukanlah saat yang tepat untuk berbelanja.

"Mereka melihat saat ini mejadi waktu yang tepat untuk menyimpan. Sebagian besar konsumen menempatkan uangnya sebagai tabungan dan sebagian kecil menaruhnya pada pendidikan anak-anak," ujarnya.

Soal krisis ekonomi, sebagian besar konsumen Indonesia mengakui bahwa negara sedang mengalami resesi ekonomi. Namun, mereka berharap kondisi ini tidak berdampak secara pribadi.

Dari sisi prospek pekerjaan, sebesar 69 persen memang menyatakan prospek pekerjaan dalam enam bulan ke depan tidak akan bagus. Namun, mereka tidak melihat prospek kerja yang lesu akan memengaruhi mereka secara pribadi, karena mereka yakin akan situasi keuangannya sendiri.

Nielsen memonitor penjualan dan harga pasar ritel di Indonesia. Nielsen Ritel Indeks melihat pergerakan pasar, nilai penjualan, serta volume barang pada 54 kategori. Nilai penjualan barang Januari-Maret 2009 mencapai Rp 24,024 triliun atau dibandingkan periode yang sama (Januari-Maret 2008) naik 8,1 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau