JAKARTA, KOMPAS.com - Sebesar 47 persen konsumen yang disurvei memandang kondisi pasar selama enam bulan menjadi normal atau baik. Mereka mengharapkan tidak ada begitu banyak perubahan dalam enam bulan ke depan. Dari suveri, hanya 13 persen yang menyatakan kondisi ekonomi akan memburuk.
Hal itu dipaparkan Direktur Eksekutif Konsumen Riset The Nielsen Company Catherine Eddy dalam temuan Nielsen Omnibus di Jakarta, Senin (4/5).
Hasil temuan itu diperoleh dari riset yang dilakukan di enam kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang dan Makassar. Secara total , jumlah responden 2.033 orang mewakili 13.853.000 konsumen telah disurvei di gelombang terakhir dari survei yang terus berjalan ini.
"Sedikitnya responden yang menyatakan kondisi ekonomi memburuk merupakan berita baik. Kami melihat banyak sekali liputan media tentang kemunduran global dan telah menjadi ramalan sendiri saat kepercayaan dan harapan rendah," kata Catherine.
Sentimen pasar dipandang memiliki dampak besar terhadap apa yang sebenarnya terjadi dalam kenyataan. Jika konsumen tetap yakin, maka akan pasar akan lebih bergairah. Bahkan, sebagian besar konsumen juga mengharapkan keuangan pribadi mereka menjadi lebih baik dalam enam bulan ke depan. Sekitar 56 persen menyatakan kondisi keuangan akan baik.
Lebih berhati-hati
Catherine mengatakan, walaupun survei menunjukan kondisi positif, orang Indonesia kini lebih berhati-hati terhadap pengeluaran mereka. Sebesar 72 persen konsumen menyatakan bahwa saat ini bukanlah saat yang tepat untuk berbelanja.
"Mereka melihat saat ini mejadi waktu yang tepat untuk menyimpan. Sebagian besar konsumen menempatkan uangnya sebagai tabungan dan sebagian kecil menaruhnya pada pendidikan anak-anak," ujarnya.
Soal krisis ekonomi, sebagian besar konsumen Indonesia mengakui bahwa negara sedang mengalami resesi ekonomi. Namun, mereka berharap kondisi ini tidak berdampak secara pribadi.
Dari sisi prospek pekerjaan, sebesar 69 persen memang menyatakan prospek pekerjaan dalam enam bulan ke depan tidak akan bagus. Namun, mereka tidak melihat prospek kerja yang lesu akan memengaruhi mereka secara pribadi, karena mereka yakin akan situasi keuangannya sendiri.
Nielsen memonitor penjualan dan harga pasar ritel di Indonesia. Nielsen Ritel Indeks melihat pergerakan pasar, nilai penjualan, serta volume barang pada 54 kategori. Nilai penjualan barang Januari-Maret 2009 mencapai Rp 24,024 triliun atau dibandingkan periode yang sama (Januari-Maret 2008) naik 8,1 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang