Lagi, Flu Burung di Madiun

Kompas.com - 04/05/2009, 19:29 WIB

MADIUN, KOMPAS.com —- Kematian ayam karena flu burung atau virus Avian influenza (AI) kembali terjadi di Kota Madiun, Senin (4/5). Kali ini terjadi di dua lokasi, yaitu Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo dan Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo.

Di RT 7 RW 2 Kelurahan Kelun, terdapat tujuh ekor ayam milik Jani dan Sunaryo yang mati mendadak pada Senin pagi. Padahal, menurut keduanya, kondisi ayam-ayam miliknya tersebut pada hari Minggu (3/5) masih sehat.

Warga lalu langsung melaporkannya ke ketua RT setempat. Selanjutnya petugas dari dinas peternakan datang dan mengecek ayam-ayam tersebut. Setelah dicek, kematian ayam dinyatakan positif karena virus AI.

Lokasi ayam-ayam yang mati ini tidak berada jauh dari lokasi ayam yang juga mati karena AI pada awal Februari 2009. Saat itu, ada sedikitnya 12 ekor ayam yang mati karena AI di wilayah RT 6 RW 2 Kelun.

Sementara di Kelurahan Winongo, kematian ayam karena virus AI terjadi di wilayah RT 13 RW 4. Ada 10 ekor ayam yang mati mendadak karena virus tersebut.

Ayam-ayam yang mati karena virus AI di dua lokasi ini lalu dibakar dan dikubur oleh petugas Dinas Peternakan Kota Madiun. Selain itu, petugas menyemprotkan disinfektan di kandang-kandang ayam yang berada sekitar 200 meter dari lokasi ayam yang mati karena AI.

"Kami akan terus mengawasi wilayah-wilayah ini selama tujuh hari ke depan. Yang diawasi tidak hanya unggasnya tetapi manusianya juga, karena ada potensi penduduk di wilayah ini terserang flu burung dari unggas yang terkena AI," kata Kasie Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Pertanian Kota Madiun Riyanto, kemarin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau