Petugas Periksa Tahanan Asal Afganistan

Kompas.com - 04/05/2009, 23:17 WIB

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Sebanyak 18 warga Afganistan yang ditangkap di Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (4/5), diperiksa oleh petugas kesehatan pelabuhan setempat terkait dengan isu flu babi.
   
"Suhu badan mereka langsung diperiksa oleh petugas kesehatan Pelabuhan Kijang," kata Kepala Imigrasi Tanjungpinang, Ohan Suryana kepada pers di Tanjungpinang, Senin (4/5).
   
Ohan mengatakan, seluruh warga Afganistan yang ditangkap dan kemudian ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang, harus bebas dari flu babi. "Pemeriksaan kesehatan terhadap tahanan asal Afganistan tersebut sebagai upaya antisipasi mulai menyebarnya irus flu babi di beberapa di negara," katanya.
   
Sementara Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Ajat Sudrajat mengemukakan, tahanan yang berada di Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang juga diperiksa oleh petugas kesehatan Lembaga Permasyarakatan KM 18, Kabupaten Bintan. "Jika ditemukan tahanan yang memiliki suhu badan tidak normal,  tahanan akan dibawa ke rumah sakit rujukan," ujar Ajat.
   
Ajat mengatakan, Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang yang diresmikan pada bulan ini akan menyediakan dokter yang bertugas memeriksa kesehatan para tahanan.    
   
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanjungpinang, dr Husein Umar mengatakan, hingga sekarang belum ada pasien yang terserang virus flu babi.  "Jika ada warga Afganistan yang positif flu babi, pasti kami rawat sesuai dengan prosedur kesehatan," kata Husein.
        

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau