JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengenang tewasnya David Hartanto Widjaja, sekitar 50 orang dari berbagai kalangan berkumpul untuk melakukan renungan peduli harkat dan martabat bangsa di Bundaran HI Jakarta. Hadir dalam acara tersebut ayah David Hartanto Widjaja, Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi (Kak Seto), Ratna Sarumpaet, dan Jarwo Kwat.
Dalam renungan tersebut, mereka berkumpul di Bundaran HI dengan menyalakan lilin tepat di depan foto David yang dipasang, Senin (4/5) malam. David Hartanto Widjaja adalah mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) asal Indonesia yang tewas secara tidak wajar di Singapura, Maret silam.
Beberapa orang membentangkan poster bertuliskan "Satu Nyawa David Suara Bagi Nasib Putra dan Putri Indonesia Sekarang dan Sepanjang Masa."
Dalam orasinya, Kak Seto mengajak masyarakat untuk menjaga anak-anak untuk tumbuh dalam dunia yang ramah damai tanpa kekerasan. Ia juga berharap agar masyarakat terus memperjuangkan harkat dan martabat bangsa di hadapan rakyat dan pemerintah Singapura.
"Usut tuntas kematian David yang tidak wajar," kata Kak Seto.
Senada dengan Kak Seto, Ratna Sarumpaet menilai adanya pengabaian Pemerintah terhadap tragedi yang dialami warga Indonesia di luar negeri. "Adalah tugas dan kewajiban pemerintah jika ada rakyat ditindas di negara lain. Ini mengangkut harkat dan martabat bangsa," tegasnya.
Hartanto Widjaja, ayah David berharap polisi Singapura dapat membantu membongkar kematian David. "Saya juga berharap pemerintah memberi tekanan-tekenan terhadap Pemerintah Singapura agar semua jelas," ucapnya.
Usai melakukan renungan mereka menandatangani kain putih sepanjang empat meter bukti kepedulian terhadap kasus David.(M15-09)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang