Bom Bunuh Diri Tewaskan Wali Kota Laghman

Kompas.com - 05/05/2009, 01:11 WIB

AFGANISTAN, KOMPAS.com - Penyerang bom bunuh diri meledakkan sebuah kendaraan yang membawa seorang wali kota di Afganistan timur, Senin (4/5). Insiden itu  menewaskan pejabat tersebut dan enam orang lain, kata kementerian dalam negeri.
      
Seorang juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas serangan di Provinsi Laghman itu, yang berdekatan dengan Kabul, ibu kota Afganistan.
      
Wali Kota Laghman, Mohammad Rahim Rahim, adalah salah satu dari beberapa pejabat paling senior di provinsi itu setelah gubernur.
      
"Wali kota, tiga pengawalnya dan tiga warga sipil mati syahid," kata kementerian. Tiga warga sipil juga cedera dalam serangan tersebut, katanya.
      
Ledakan tersebut terjadi di luar kantor wali kota di ibu kota provinsi itu, Mihtarlam, kata juru bicara pemerintah provinsi Sayed Ahmad Safi.
      
Penyerang berjalan ke arah kendaraan wali kota ketika ia meninggalkan kantornya dan meledakkan bom yang dipasang di tubuhnya, katanya.
      
Di Afganistan, wali kota provinsi memimpin pekerjaan umum dan daerah untuk provinsi itu.
      
Pekan lalu Taliban telah memperingatkan bahwa mereka akan meningkatkan serangan-serangan terhadap pasukan Afganistan dan pasukan internasional yang mendukung mereka.
      
Senin, Presiden Afganistan Hamid Karzai pergi ke Washington bertemu dengan Presiden AS Barack Obama dan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari untuk berunding mengenai perang melawan ancaman kelompok Islamis di kawasan itu.
      
Obama telah memusatkan perhatian pada gerilyawan Taliban dan Al-Qaeda di perbatasan Afganistan dan Pakistan, dan telah berjanji menambah pasukan dan sumber-daya untuk melenyapkan apa yang disebutnya ancaman internasional.
      
Sekitar 70.000 prajurit asing di bawah komando NATO dan AS berada di Afghanistan sejak akhir 2001 untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai memerangi Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda sekutu mereka.
      
Pemerintah baru AS berencana mengirim 21.000 prajurit tambahan tahun ini untuk menstabilkan Afganistan, yang dikhawatirkan sejumlah politikus dan analis Barat akan tergelincir ke dalam anarki.
      
Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan-serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.
      
Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom-bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.
      
Dalam salah satu serangan paling berani, gerilyawan tersebut menggunakan penyerang-penyerang bom bunuh diri untuk menjebol penjara Kandahar pada pertengahan Juni, membuat lebih dari 1.000 tahanan yang separuh diantaranya militan berhasil kabur.
      
Semakin banyaknya prajurit asing yang tewas membuat sejumlah negara Barat enggan mengirim pasukan mereka ke daerah-daerah tempat kelompok dukungan Al-Qaeda itu beroperasi paling aktif.
      
Jumlah prajurit internasional yang tewas di Afghanistan tahun ini mencapai lebih dari 80, sebagian besar akibat serangan-serangan gerilya, menurut situs berita icasualties.org yang mencatat korban-korban di Afghanistan dan Irak.
      
Lebih dari 295 prajurit internasional tewas di Afghanistan tahun lalu dan tahun sebelumnya 230.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau