Jaksa Ida: Antasari Tidak Pernah "Genitin" Anak Saya

Kompas.com - 05/05/2009, 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mata jaksa Ida Husty Latief, kawan tersangka pembunuhan terhadap Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen, Antasari Azhar, tampak berair seusai bertemu Juniver Girsang, salah satu kuasa hukum Antasari, Selasa (5/5) di Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta.

Siang itu, jaksa bermelati dua tersebut memang sengaja menemui Juniver sebelum menjenguk Antasari, kawannya semasa di Kejaksaan Agung RI. Ida sendiri mengaku memiliki kesan positif terhadap Antasari.

"Dia orangnya jujur dan religius. Tidak macam-macam. Anak saya yang cantik aja enggak pernah di-genitin, malah sering keluar bareng," ujar Ida sembari jalan menuju Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, tempat Antasari kini mendekam.

Ketika ditanya lebih lanjut, Ida hanya bisa menangis dan tidak mampu berkata-kata. Juniver sendiri mengaku kaget bahwa kliennya menerima tamu dari Kejaksaan Agung. "Dia tadi datang, tahu-tahu meluk saya dan nangis-nangis," ujarnya.

Ida tercatat sebagai salah satu tamu pertama Antasari di luar istri dan sanak keluarga. Hingga kemarin, misalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi belum memiliki rencana untuk menjenguk mantan jaksa karier tersebut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau