Apa Untungnya Mega Gandeng Prabowo?

Kompas.com - 05/05/2009, 15:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Apa untungnya Megawati Soekarnoputri menggandeng Prabowo Subianto dari Partai Gerindra sebagai calon wakil presidennya? Pertanyaan ini kerap ditanyakan menyusul makin intensifnya komunikasi politik kedua partai ini.

Ketua DPP Maruarar Sirait menuturkan sejumlah hal yang menjadi pertimbangan PDI-P untuk menggaet Prabowo. Pertama, PDI-P membutuhkan tambahan suara dan itu dapat diperoleh dari Partai Gerindra yang memperoleh suara cukup mengejutkan meski sebagai partai baru.

Gerindra juga memenuhi ambang batas parliementary threshold. Maruarar juga menyebutkan, keduanya juga memiliki kesamaan dari segi platform ekonomi. PDI-P dengan ekonomi kerakyatan, sedangkan Gerindra dengan ekonomi kemandirian.

"Yang ketiga, kami (PDI-P) butuh fighter dan pekerja keras yang punya semangat tinggi dan itu ada pada Prabowo," ujar Maruarar.

Namun, Maruarar mengingatkan bahwa elektibilitas Mega tetap lebih tinggi daripada Prabowo. Sejumlah survei menunjukkan kans Mega sebagai lawan terberat Yudhoyono. Jaringan yang dibangun Mega ke daerah pun lebih luas. Belum lagi fakta bahwa perolehan suara PDI-P lebih besar daripada Gerindra.

"Memang logistik penting, tapi itu bukan segalanya dan PDI-P juga punya cukup logistik," tutur Maruarar menyinggung kelebihan Gerindra dan Prabowo.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau