JAKARTA, KOMPAS.com — BMW Sauber tak akan menggunakan kinetic energy recovery systems (KERS) pada balapan akhir pekan ini di GP Spanyol. Mereka meninggalkan "senjata" baru tersebut karena mau memperkenalkan sebuah sistem aerodinamika yang lebih "dahsyat" lagi, serta ingin berkonsentrasi meraih hasil terbaik di Barcelona.
Bahkan, BMW juga sudah punya rencana untuk tidak menggunakan KERS pada GP Monaco, 24 Mei mendatang. Pasalnya, trek di Monaco yang berkarakter low-speed karena tidak memiliki lintasan panjang itu tak terlalu menguntungkan jika para pebalap menggunakan KERS.
Dengan demikian, maka ini untuk pertama kalinya BMW menggunakan paket aerodinamika pada sirkuit yang tepat meskipun beberapa evaluasi masih terus berjalan.
"Kami tidak akan memakai KERS pada dua mobil kami di Barcelona, karena ada perbaharuan pada sistem aerodinamika. Selain itu, KERS tidak bekerja dengan baik. Kami mungkin menggunakan KERS lagi pada balapan di Turki (7 Juni)," ungkap bos BMW Mario Theissen, Selasa (5/5).
Menurut Theissen, secara keseluruhan dia bahagia dengan perkembangan tim ketika menggunakan KERS.
Nick Heidfeld menunjukkan performa yang bagus dalam empat seri Formula 1 yang sudah dilakoni pada musim ini, termasuk naik podium kedua di GP Malaysia yang berhenti lebih awal karena badai (poin yang diperoleh pebalap hanya setengah dari normal). Namun, Robert Kubica hanya membalap satu kali di Bahrain karena berat badannya justru menjadi kelemahan—dengan sistem KERS maka pebalap dengan postur tinggi dan besar seperti Kubica akan menghadapi kendala.
"Sebagai sebuah teknologi, kesimpulan kami sangat positif karena KERS bekerja dengan baik, tanpa kegagalan. Hasil positif dari KERS sejauh ini adalah ketika di Malaysia," jelas Theissen.
"Kami tidak menggunakannya secara konstan karena konfigurasi mobil. Menggunakan ban licin serta adanya kontribusi berat badan, maka kamu perlu sebuah berat yang bagus di poros roda depan. Padahal, KERS diletakkan di tengah mobil, yang membuat bagian itu lebih berat, atau bahkan di belakang," tambahnya.
Ini yang membuat Kubica pasti menghadapi kendala besar pada musim ini ketika mereka menggunakan KERS. Namun, kerugian akibat berat badan pebalap-pebalap berpostur tinggi dan besar seperti Kubica akan tereliminasi pada musim depan, menyusul keputusan FIA untuk menambah berat minimum mobil dan pebalap sebesar 15 kg sehingga total menjadi 620 kg.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang