Awas Persoalan DPT Terulang Lagi di Pilpres!

Kompas.com - 05/05/2009, 21:19 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan, banyaknya warga tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilu legislatif lalu berpotensi terulang pada Pemilu Presiden 2009. Karena itu, masyarakat diimbau beramai-ramai mengecek daftar pemilih sementara pilpres yang akan diumumkan 11-17 Mei mendatang.

Ketua Panitia Pengawa Pemilu DIY Agus Triyatno, Selasa (5/5), mengatakan, mepetnya waktu pendataan pemilih pilpres kemungkinan akan mengulang persoalan DPT pileg.  

"Saya sebagai ketua RT baru menerima DPS dari PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) tadi malam. Saya diberi waktu sehari untuk mengcek apakah seluruh warga di RT saya sudah terdaftar. Ini kan jelas tidak mungkin mengecek ke lapangan jika RT hanya diberi waktu satu hari," ucap Agus yang juga Ketua RT 47 RW 12, Jogokaryan, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Agus menyatakan sangat heran pihak RT baru diminta keterlibatan mengecek DPS dua hari menjelang DPS yang disusun PPDP itu harus diserahkan kepada Panitia Pemungutan Suara tingkat kelurahan. "Padahal kan ada waktu satu bulan untuk pemutakhiran data, kenapa tidak diserahkan kepada RT seminggu yang lalu sehingga pihak RT memiliki waktu untuk ikut mengecek ke lapangan kebenaran data pemilih," katanya.

Menurut Agus, pihak RT/RW bakal sangat kesulitan memastikan seluruh warganya sudah masuk DPS atau belum, jika waktu yang diberikan untuk mengecek sangat mepet. Apalagi mobilitas masyarakat saat ini sangat tinggi. Warga pendatang, seperti mahasiswa dan pekerja tinggal dan keluar dari sebuah RT seringkali tidak melapor. Termasuk warga RT sendiri ada yang sudah pindah tempat tinggal. "Karena itu PPDP harus benar-benar mendata warga dari rumah ke rumah," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau