YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan, banyaknya warga tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilu legislatif lalu berpotensi terulang pada Pemilu Presiden 2009. Karena itu, masyarakat diimbau beramai-ramai mengecek daftar pemilih sementara pilpres yang akan diumumkan 11-17 Mei mendatang.
Ketua Panitia Pengawa Pemilu DIY Agus Triyatno, Selasa (5/5), mengatakan, mepetnya waktu pendataan pemilih pilpres kemungkinan akan mengulang persoalan DPT pileg.
"Saya sebagai ketua RT baru menerima DPS dari PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) tadi malam. Saya diberi waktu sehari untuk mengcek apakah seluruh warga di RT saya sudah terdaftar. Ini kan jelas tidak mungkin mengecek ke lapangan jika RT hanya diberi waktu satu hari," ucap Agus yang juga Ketua RT 47 RW 12, Jogokaryan, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Agus menyatakan sangat heran pihak RT baru diminta keterlibatan mengecek DPS dua hari menjelang DPS yang disusun PPDP itu harus diserahkan kepada Panitia Pemungutan Suara tingkat kelurahan. "Padahal kan ada waktu satu bulan untuk pemutakhiran data, kenapa tidak diserahkan kepada RT seminggu yang lalu sehingga pihak RT memiliki waktu untuk ikut mengecek ke lapangan kebenaran data pemilih," katanya.
Menurut Agus, pihak RT/RW bakal sangat kesulitan memastikan seluruh warganya sudah masuk DPS atau belum, jika waktu yang diberikan untuk mengecek sangat mepet. Apalagi mobilitas masyarakat saat ini sangat tinggi. Warga pendatang, seperti mahasiswa dan pekerja tinggal dan keluar dari sebuah RT seringkali tidak melapor. Termasuk warga RT sendiri ada yang sudah pindah tempat tinggal. "Karena itu PPDP harus benar-benar mendata warga dari rumah ke rumah," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang