WASHINGTON,KOMPAS.com - The Federal Reserve berencana untuk membeberkan hasil stress test perbankan hari Kamis (7/5) ini. The Fed kemungkinan akan mengumumkan 10 perbankan yang membutuhkan tambahan dana untuk menghadapi resesi yang makin mendalam. Hal ini dikatakan oleh pihak yang tahu persis dengan keputusan The Fed.
Perbankan diformulasikan untuk menambahkan permodalan seperti yang disyaratkan, lebih besar dari konversi preferred shares. Sebanyak 19 perbankan telah dievaluasi dan pemerintah berencana untuk membicarakan hal ini secara umum setelah pasar saham ditutup.
Saham-saham finansial melonjak cukup besar dalam sebulan ini lantaran muncup optimisme terhadap hasil tes tersebut. Departemen Keuangan dan regulator telah mempresentasikan opsi yang berbeda untuk perbankan untuk menyokong perbankan tanpa mengambil duit dari para pembayar pajak, termasuk menjual aset, mencari permodalan sendiri dan mengkonversi investasi pemerintah terdahulu dari preffered menjadi common shares.
"Kemungkinan modal yang disyaratkan dari tes ini justru lebih kecil dari perkiraan pasar," kata Blake Howells, Analis Becker Capital Management. Menurutnya, beberapa perbankan memang harus meningkatkan modalnya.
Sayangnya, Juru Bicara The Fed Michelle Smith menolak untuk berkomentar. Board of Governors dari bank sentral bertemu pada 3 Mei lalu untuk membicarakan masalah stress test ini.
Minggu lalu, The Fed menunda merilis hasil stress test itu; yang awalnya didesain akan dirilis kemarin. Pasalnya, perbankan menantang sejumlah hasil dari stress test tersebut. Misalnya, Citigroup Inc. dan Bank of America Corp. merupakan dua dari 19 perbankan yang mengikuti stress test yang membutuhkan modal tambahan.
Regulator mendesak perbankan untuk menambah modal lebih tinggi dari level minimum yang ditetapkan untuk memastikan bahwa mereka bisa bertahan di tengah resesi yang memburuk. (Femi Adi Soempeno/Kontan)