JAKARTA, KOMPAS.com — Kelamaan mendeklarasikan nama calon pasangan yang akan digandeng dalam putaran pemilihan presiden mendatang dapat menimbulkan kejenuhan dan sentimen publik. Hati-hati, publik justru tidak bersimpatik!
Pengamat politik Bachtiar Effendy mengatakan, penyebabnya dapat berasal dari berita soal koalisi yang makin lama makin menjemukan publik. Dapat pula berasal dari fakta bahwa capres Golkar, Jusuf Kalla, sudah mendeklarasikan diri bersama Wiranto.
Secara khusus, Bachtiar mengingatkan capres PDI-P, Megawati, untuk segera mendeklarasikan pasangannya kepada publik. "Jika itu kelamaan, mereka akan bilang 'Ah lama banget sih. Gitu aja susah banget'. Sudah waktunya Mega umumkan dengan siapa," ujar Bachtiar dalam diskusi bertajuk 'Membaca Peta Kekuatan Politik' di Gedung DPD, Rabu (6/5).
Mengapa hanya Mega, SBY juga belum mendeklarasikan? Bachtiar mengatakan hal ini juga berlaku untuk SBY. Namun, arah pilihan SBY sudah dapat diprediksikan. Adapun komunikasi Mega dan Prabowo masih mentok dalam menentukan siapa capresnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang