Hatta: Hanya Urusan Rumah dengan Bu Mega

Kompas.com - 06/05/2009, 18:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kedatangan Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa ke rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengundang tanya. Namun, jawaban yang muncul dari Hatta tentang maksud kedatangannya ke rumah Megawati di kawasan Menteng itu, politisi PAN tersebut hanya memberikan jawaban singkat.

"Hanya urusan rumah, mengenai status rumah," kata Hatta ketika akan meninggalkan kediaman Mega pukul 18.30, Rabu (6/5).

Selama satu jam di rumah Mega, ia hanya mengatakan membahas hal itu saja. "Hanya menjelaskan status rumah sudah jadi rumah Ibu Mega," ujar dia.

Ia tak memberikan jawaban saat didesak, apakah ia juga membawa pesan dari atasannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Tidak ada, hanya urusan rumah," kata Hatta.

Namun, Hatta tak menjelaskan, status rumah seperti apa yang dimaksudnya. Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, status rumah yang dimaksud adalah bahwa setiap presiden dan wakil presiden berhak mendapatkan rumah dari negara.

"Tapi itu sebenarnya sudah selesai beberapa bulan lalu," kata Pramono sambil tersenyum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau