Perekonomian Syariah Butuh Stabilitas Mata Uang

Kompas.com - 07/05/2009, 05:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pakar ekonomi syariah mengutarakan pendapatnya, penguatan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa bulan terakhir ini cukup positif. Apalagi, jika hal itu berlangsung dalam jangka waktu lama.
    
"Menguatnya rupiah diharapkan akan ikut menggairahkan bisnis di Indonesia, khususnya dalam kegiatan ekspor-impor, " kata Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Agustianto di Jakarta, Selasa (5/5).
    
Penguatan rupiah terhadap dollar AS, kata dia, akan membuat  produksi sektor riil terutama di sektor swasta yang berpotensi dijadikan komoditas ekspor semakin berdaya. Selain itu, penguatan rupiah diharapkan pula akan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena semakin kuatnya daya beli mereka.
    
Sementara pemerintah, melalui instrumen perekonomiannya diharapkan terus mengupayakan stabilitas nilai tukar rupiah khususnya terhadap dollar AS agar dunia usaha, termasuk perekonomian berbasis syariah tidak ragu-ragu dalam berinvestasi.
    
Jika tidak stabil, sambungnya, pelaku bisnis akan "setengah hati" dalam berinvestasi dan menerapkan pola "wait and see" karena khawatir usahanya tidak memberikan keuntungan atau justru merugi.
   
Semakin tinggi fluktuasi mata uang, kata Agustianto, semakin tinggi pula persentase menurunnya minat pelaku usaha dalam menanamkan investasinya, mengingat dalam ekonomi syariah,  stabilitas mata uang sangat diprioritaskan dan menjadi salah satu tujuan utama. "Tanpa stabilitas, fluktuasi mata uang akan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk mendapatkan keuntungan, " katanya.
    
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tren penguatan dalam beberapa bulan terakhir hingga mencapai Rp10.490/10.500 per dollar AS pada Senin (4/5).
    
Kurs rupiah di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (5/5) pagi kembali menguat 90 poin menjadi Rp 10.400/10.420 per dollar AS.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau