CIANJUR, KOMPAS.com — Pada hari ke-12, Kamis (7/5) ini, Tim Ekspedisi Susur Selatan Jawa Harian Kompas 2009 akan meninggalkan Kabupaten Cianjur menuju Sukabumi. Perjalanan diperkirakan akan melintasi medan paling berat karena kondisi jalan lintas selatan di wilayah Cianjur rusak parah. Selain sempit, jalan itu juga berliku-liku dan naik turun.
Yang lebih memprihatinkan, sebagian jalan itu bahkan belum mempunyai status apakah menjadi jalan negara, jalan provinsi, atau jalan kabupaten. Akibatnya, sampai sekarang tak jelas siapa yang harus bertanggung jawab membangun dan merawatnya.
Logikanya, kalau jalan itu diakui sebagai bagian dari jalan lintas selatan, mestinya itu jalan negara dan pemerintah pusat yang bertanggung jawab.
Nah, kondisi jalan itu akan menjadi salah satu tema garapan tim pada hari ini. Masih berkaitan dengan buruknya infrastruktur, tim akan menulis pengalaman para canvaser atau para salesman berbagai produk yang merupakan ujung tombak pemasaran, sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.
Wawancara awal telah dilakukan terhadap sejumlah salesman yang menginap di penginapan Irayo di Kecamatan Sindang Barang, Kabupaten Cianjur. Penginapan sederhana ini bertarif Rp 50.000 per orang atau berdua Rp 75.000 atau Rp 100.000 bertiga orang.
Obyek liputan lain adalah kehidupan nelayan, banyaknya lahan tidur yang tak tergarap, potensi perkebunan kelapa, dan usaha kecil yang ditemui di sepanjang jalur ekspedisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang