GM Luncurkan Chevy Captiva AWD

Kompas.com - 07/05/2009, 09:57 WIB

KAMIS, KOMPAS.com — Dalam suasana pasar mobil Indonesia yang masih belum pulih, PT General Motors Autoworld Indonesia (GMAI), ATPM Chevrolet di Indonesia, justru meluncurkan produk terbarunya kemarin sore, yaitu Captiva baru dengan sistem penggerak all wheel drive (AWD). 

Peluncuran SUV ini dilakukan di Lodge Golf Jagorawi yang dihadiri wartawan. Captiva AWD bermesin diesel 2,0 liter ini ditawarkan GMAI dengan harga Rp 369 juta (on the road) di Jakarta.

Menurut Mukiat Sutikno, Presiden Direktur PT GMAI, peluncuran Captiva Baru AWD untuk memperkuat posisi pasar SUV General Motors di Indonesia. Sebelumnya, GMAI sudah memasarkan Captiva bermesin bensin 2.4 liter dan diesel common rail 2,0 liter dengan turbocharger. Namun, keduanya menggunakan sistem penggerak 4 x 2.

“Kita ingin memenuhi keinginan konsumen yang membutuhkan SUV untuk segala medan. Kendaraan yang andal di jalan raya dan off-road. Karena itulah kita menawarkan versi AWD ini. Dan yang pasti, 4WD ini punya kelebihan, lebih aman digunakan pada berbagai situasi jalan dan mengemudi,” jelas Mukiat.

Captiva AWD disertai dengan fitur yang lebih lengkap, antara lain transmisi otomatik tiptronic 5 kecepatan, electronic stability program (ESP), traction control (TC), dan active rollover protection (ARP). Semua fitur menggabungkan fitur lainnya yaitu antilock braking system (ABS), hydraulic brake assist (HBA), dan electronic brake force distributor (EBD).

Di Indonesia, Captiva bersaing dengan Toyota Fortuner, Nissan X-Trail, Honda CR-V, Ford Escape, Hyundai Tucson, dan Kia Sportage.

Andalan Utama. Captiva kini merupakan andalan utama GMAI di samping produk lainnya, yaitu Aveo, Spark, dan Optra. Menurut Mukiat, kontribusi Captiva dalam penjualan mereka saat ini mencapai 75 persen.

“Untuk memperluas penetrasi Captiva, kami menawarkan versi AWD, yang merupakan versi paling mewah. Target penjualan per bulan, 45 unit atau diharapkan bisa menyumbang sekitar 15 persen dari penjualan seluruh Captiva di Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkan, saat diluncurkan, konsumen yang sudah inden mencapai 90 orang. Karena itulah, ia yakin, mobil ini akan terus meningkatkan pangsa pasar Chevrolet di Indonesia.

Active on Demand. SUV yang diimpor dari Thailand ini, sistem AWD-nya disebut GMAI dengan “Active on Demand”. Tepatnya, pendistribusian tenaga pada keempat roda, disesuaikan dengan kondisi permukaan jalan dan mengemudi dan diatur secara aktif atau secara terus-menerus oleh komputer. Misalnya, bila permukaan jalan licin, maka pendistribusian torsi ke ban yang selip dicegah. Torsi hanya disalurkan pada ban yang benar-benar mencengkeram di permukaan jalan.

Sistem AWD Captiva tidak lagi menggunakan transfer case (transmisi yang membagi tenaga ke roda belakang dan depan). Sebagai gantinya digunakan “active coupling” yang dikontrol oleh komputer. Untuk ini pula, sebelum memperkenalkan Captiva baru , GMAI memberikan “workshop” 4WD kepada wartawan otomotif yang diajak meliput peluncuran SUV ini.

“Kita mengharapkan, wartawan yang akan menyampaikan informasi kepada masyarakat makin paham dengan sistem 4WD, terutama versi terkini,” komentar Suwadji Wirjono, Direktur Purna Jual GMAI.

Sumber Tenaga. Sebagai sumber penggerak Captiva AWD, GMAI hanya mengandalkan mesin diesel 2,0 liter, 4 silinder, SOHC, 16 katup, common rail, turbocharger dengan variable geometry plus intercooler. Tenaga yang dihasilkan mesin 150 PS @4.000 rpm dan tosi maksimum 320 Nm @2.000 rpm.

“Kita juga punya mesin diesel DOHC. Namun, dengan target harga yang lebih kompetitif, kami memilih mesin SOHC,” jelas Harry Yanto, Business Planning, Product, and Order Manager GMAI.

Ditambahkan, ternyata mesin diesel common rail yang digunakan Captiva tidak bermasalah dengan solar yang tersedia di Tanah Air. Padahal, mesin diesel common rail menuntut bahan bakar diesel atau solar dengan kadar sulfur yang sangat rendah!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau