KAMIS, KOMPAS.com — Dalam suasana pasar mobil Indonesia yang masih belum pulih, PT General Motors Autoworld Indonesia (GMAI), ATPM Chevrolet di Indonesia, justru meluncurkan produk terbarunya kemarin sore, yaitu Captiva baru dengan sistem penggerak all wheel drive (AWD).
Menurut Mukiat Sutikno, Presiden Direktur PT GMAI, peluncuran Captiva Baru AWD untuk memperkuat posisi pasar SUV General Motors di Indonesia. Sebelumnya, GMAI sudah memasarkan Captiva bermesin bensin 2.4 liter dan diesel common rail 2,0 liter dengan turbocharger. Namun, keduanya menggunakan sistem penggerak 4 x 2.
“Kita ingin memenuhi keinginan konsumen yang membutuhkan SUV untuk segala medan. Kendaraan yang andal di jalan raya dan off-road. Karena itulah kita menawarkan versi AWD ini. Dan yang pasti, 4WD ini punya kelebihan, lebih aman digunakan pada berbagai situasi jalan dan mengemudi,” jelas Mukiat.
Captiva AWD disertai dengan fitur yang lebih lengkap, antara lain transmisi otomatik tiptronic 5 kecepatan, electronic stability program (ESP), traction control (TC), dan active rollover protection (ARP). Semua fitur menggabungkan fitur lainnya yaitu antilock braking system (ABS), hydraulic brake assist (HBA), dan electronic brake force distributor (EBD).
Di Indonesia, Captiva bersaing dengan Toyota Fortuner, Nissan X-Trail, Honda CR-V, Ford Escape, Hyundai Tucson, dan Kia Sportage.
“Untuk memperluas penetrasi Captiva, kami menawarkan versi AWD, yang merupakan versi paling mewah. Target penjualan per bulan, 45 unit atau diharapkan bisa menyumbang sekitar 15 persen dari penjualan seluruh Captiva di Indonesia,” ujarnya.
Ditambahkan, saat diluncurkan, konsumen yang sudah inden mencapai 90 orang. Karena itulah, ia yakin, mobil ini akan terus meningkatkan pangsa pasar Chevrolet di Indonesia.
Sistem AWD Captiva tidak lagi menggunakan transfer case (transmisi yang membagi tenaga ke roda belakang dan depan). Sebagai gantinya digunakan “active coupling” yang dikontrol oleh komputer. Untuk ini pula, sebelum memperkenalkan Captiva baru , GMAI memberikan “workshop” 4WD kepada wartawan otomotif yang diajak meliput peluncuran SUV ini.
“Kita mengharapkan, wartawan yang akan menyampaikan informasi kepada masyarakat makin paham dengan sistem 4WD, terutama versi terkini,” komentar Suwadji Wirjono, Direktur Purna Jual GMAI.
“Kita juga punya mesin diesel DOHC. Namun, dengan target harga yang lebih kompetitif, kami memilih mesin SOHC,” jelas Harry Yanto, Business Planning, Product, and Order Manager GMAI.
Ditambahkan, ternyata mesin diesel common rail yang digunakan Captiva tidak bermasalah dengan solar yang tersedia di Tanah Air. Padahal, mesin diesel common rail menuntut bahan bakar diesel atau solar dengan kadar sulfur yang sangat rendah!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang