38.000 Tamiflu untuk Mencegah Flu Babi

Kompas.com - 07/05/2009, 09:57 WIB

SERANG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Banten membagikan sebanyak 38.000 Tamiflu untuk mencegah penularan virus A H1N1 yang saat ini menyerang warga Meksiko.

"Pembagian Tamiflu itu salah satu upaya pencegahan penularan virus flu babi," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Kamis (7/5).

Atut mengatakan, flu babi termasuk jenis penyakit menular yang mematikan dan perlu dilakukan pencegahan agar tidak menyerang warga Banten.

Apalagi, wilayah Banten merupakan daerah lintasan yang mudah diakses oleh moda transportasi dari angkutan laut, darat, dan udara.

Bahkan, petugas medis Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga saat ini terus menjaga ketat agar virus flu babi dari luar tidak masuk ke Indonesia dengan memasang alat deteksi suhu badan.

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan virus A H1N1, pemerintah daerah telah membagikan Tamiflu kepada 191 unit puskesmas di Banten. "Setiap puskesmas menerima pembagian 100 sampai 200 Tamiflu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Maman Sukirman mengatakan, pihaknya saat ini sudah menyalurkan Tamiflu ke 44 puskesmas dan pembantu puskesmas untuk pencegahan virus flu babi. "Kami telah membagikan Tamiflu sebanyak 16.000 bantuan dari Pemprov Banten," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau