SERANG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Banten membagikan sebanyak 38.000 Tamiflu untuk mencegah penularan virus A H1N1 yang saat ini menyerang warga Meksiko.
"Pembagian Tamiflu itu salah satu upaya pencegahan penularan virus flu babi," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Kamis (7/5).
Atut mengatakan, flu babi termasuk jenis penyakit menular yang mematikan dan perlu dilakukan pencegahan agar tidak menyerang warga Banten.
Apalagi, wilayah Banten merupakan daerah lintasan yang mudah diakses oleh moda transportasi dari angkutan laut, darat, dan udara.
Bahkan, petugas medis Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga saat ini terus menjaga ketat agar virus flu babi dari luar tidak masuk ke Indonesia dengan memasang alat deteksi suhu badan.
Oleh karena itu, untuk mencegah penularan virus A H1N1, pemerintah daerah telah membagikan Tamiflu kepada 191 unit puskesmas di Banten. "Setiap puskesmas menerima pembagian 100 sampai 200 Tamiflu," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Maman Sukirman mengatakan, pihaknya saat ini sudah menyalurkan Tamiflu ke 44 puskesmas dan pembantu puskesmas untuk pencegahan virus flu babi. "Kami telah membagikan Tamiflu sebanyak 16.000 bantuan dari Pemprov Banten," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang