Perlukah Dicari Pengganti Antasari di KPK?

Kompas.com - 07/05/2009, 11:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Struktur kepemimpinan di tubuh KPK pasca-penonaktifan Antasari Azhar dari jabatan Ketua KPK dikhawatirkan akan berdampak pada kinerja KPK.

Secara teknis, sejak KPK dipimpin Taufiqurrahman Rukie, selalu digelar rapat pleno pimpinan yang membahas penanganan perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Pada tahapan tersebut tidak tertutup kemungkinan dilakukan voting.

"Dengan posisi empat pimpinan, tak menutup kemungkinan akan draw, padahal diperlukan kepastian ada keputusan. Jadi, posisi empat ini pasti memengaruhi kinerja mereka, maka kami perlu menanyakan apakah perlu untuk mendesak mengisi kekosongan itu," ujar Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/5).

Di sisi lain, berdasarkan ketentuan dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, lembaga pemberantas korupsi ini terdiri atas seorang ketua dan empat wakil ketua. "Lalu, bagaimana sekarang kalau tidak ada Antasari yang bertindak selaku pimpinan yang kebetulan sedang menjalani proses hukum dan nonaktif?" katanya.

Sehubungan dengan itulah, kata Trimedya, Komisi III DPR akan mempertanyakan kekosongan kepemimpinan itu kepada KPK. Selain itu, juga akan ditanyakan perlukah ditunjuk pimpinan baru atau bahkan perombakan?

Trimedya mengungkapkan pandangannya itu saat ditemui sebelum Rapat Dengar Pendapat antara Komisi III dan KPK. "Seyogianya pertemuan ini dilakukan pada Rabu depan, tapi karena ada kasus Pak Antasari, kami majukan hari ini dari usulan anggota dan pimpinan Komisi III," ujar Trimedya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau