Fadhel Muhammad Akan Gugat Wali Kota Gorontalo

Kompas.com - 07/05/2009, 14:25 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Merasa nama baiknya dicemarkan, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad bakal menggugat Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.
     
Fadel menilai, Adhnan yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo telah melontarkan kata-kata kasar, seperti "murtad" dan "munafik" yang ditujukan untuk menghinanya. "Sebagai khalifah atau pemimpin, tak sepantasnya wali kota memberi contoh yang tidak baik dengan menuding saya dengan sesuatu yang tidak benar, apalagi dengan kata-kata yang kasar," kata Fadel yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo.
     
Meski sempat tersinggung, Fadel mengaku tak akan membalas dengan kata kasar yang sama, melainkan akan menempuh jalur hukum. Rencananya, dalam waktu dekat Fadel akan melayangkan gugatan terhadap Adhan dengan isi pencemaran nama baik.
     
Ia berharap, Adhan menjaga citranya sebagai pemimpin di Kota Gorontalo dan sebagai politisi partai berlambang pohon beringin. Sebelumnya, Adhan menuding Fadel telah mengkhianati Partai Golkar karena tak mendukung pencalonan Jusuf Kalla sebagai calon presiden.
     
Adhan bahkan tak segan-segan menuding Fadel sebagai orang yang murtad dan munafik serta pantas dipecat dari Golkar. Pernyataan itu sempat diberitakan oleh media massa setempat sehingga memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk Fadel sendiri yang mengaku akan melayangkan gugatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau