Tato Kupu di Pinggang Rani Juliani

Kompas.com - 07/05/2009, 22:49 WIB

KOMPAS.com — Rani Juliani mengidolakan kupu-kupu. Di pinggang seksinya, sebuah tato bergambar kupu-kupu terkadang menyembul dari balik kaus pendek yang dipakai Rani. Halaman depan blog milik Rani juga dipasang logo kupu-kupu besar warna biru.

Kupu-kupu ini identik dengan logo kelompok Slank yang getol mendukung KPK dalam memberantas korupsi. Bahkan, dua kali Slank tampil di KPK untuk memberi suport bagi Ketua KPK Antasari Azhar dkk dalam melawan koruptor.

Dikenal sebagai seorang caddy primadona di Padang Golf Modernland, Rani sadar dirinya memiliki postur tubuh ideal. Selain parasnya yang cantik, perempuan yang diduga terlibat cinta segitiga dengan Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar dan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen itu, juga dikenal paling jago mendekati player atau pemain golf.

Sejak menikah siri dengan Nasrudin pun, Rani terlihat makin aduhai. Dia kerap mengenakan pakaian-pakaian seksi yang mempertontonkan keindahan tubuhnya. "Setelah menikah dia sering pake baju-baju seksi. Yang you can see lah atau celana pendek yang segini (sembari menunjuk paha)," ungkap seorang tetangga Rani, yang ditemui Persda Network di depan rumah Rani di Jalan Kampung Kosong, Panunggangan, Tangerang, Banten.

Penampilan seksi bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian warga di sekitar tempat tinggal Rani. Ada sebuah tato di bagian pinggang belakang Rani yang juga menjadi sorotan. Tato bergambar kupu-kupu terlihat saat warga melihat Rani mengenakan pakaian yang sedikit minim.

"Pokoknya setelah menikah, penampilannya berubah. Tambah bahenol. Soal tato juga itu bener ada di bagian (pinggang) belakangnya," kata perempuan yang enggan menyebutkan namanya itu.

Informasi yang beredar, tato kupu-kupu milik Rani merupakan suatu ekspresi kekagumannya terhadap Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar. Mengapa kupu-kupu? Binatang itu identik dengan grup musik Slank yang menjadi ikon KPK. Dan pada saat itu KPK dipimpin Antasari, Slank sudah dua kali manggung di Gedung KPK.

Gambar kupu-kupu juga menjadi gambar yang paling menonjol di blog pribadi Rani. Membuka blog yang terdaftar di blogspot.com tersebut maka akan terlihat sebuah kupu-kupu di bagian atasnya. Gambar kupu-kupu itu cukup besar sehingga menarik perhatian. Apalagi dengan warna biru yang terpadu begitu indah.

Kakak tertua Rani, Erwin Budi Riansyah, mengatakan, kalau Rani terlebih dahulu mengenal Antasari sebelum akhirnya menikah siri dengan Nasrudin. Rani kenal Nasrudin di lapangan golf di Padang Golf Modernland Tangerang. Sayangnya, Erwin masih enggan memberikan keterangan lebih jauh tentang adiknya. Kepada wartawan, Erwin menjanjikan konferensi pers pada Minggu (10/5) di kediaman orangtuanya di Jalan Kampung Kosong, Panunggangan, Tangerang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau