Adriano Tak Gembira di Italia

Kompas.com - 08/05/2009, 04:52 WIB

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Mantan penyerang Inter Milan, Adriano, mengungkapkan bahwa ia meninggalkan Inter karena tak bahagia di Italia. Ia merasa lebih bergairah saat bermain di tanah kelahirannya sendiri.

Setelah membela Brasil dalam duel kualifikasi Piala Dunia melawan Peru, Adriano tak lagi kembali ke Inter. Ia pun mengurus pembatalan kontrak dengan "I Nerazzurri". Pemain 27 tahun itu diduga akan gantung sepatu. Namun, ia tiba-tiba memutuskan bergabung dengan klub lokal, Flamengo.

"Aku tak pernah berpikir berhenti dari sepak bola. Aku kembali ke Brasil untuk menemukan kembali kebahagiaan. Aku selalu ingin bermain untuk Flamengo," ungkapnya dalam acara perkenalannya di klub tersebut.

"Aku selalu menikmati tertawa, bermain, dan bergembira. Dan, itu yang tak terjadi di Italia. Begitu kembali ke sini, aku lebih gembira. Mengenakan kostum ini (Flamengo) membuatku gembira," lanjutnya.

Adriano kini bisa lebih bahagia karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan teman-temannya. Menurutnya, tak ada yang lebih menggembirakan daripada berada di rumah sendiri. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau