Wah, Pelanggan TV Berbayar Ilegal Lebihi Pelanggan Resmi

Kompas.com - 08/05/2009, 09:35 WIB

JAKARTA. KOMPAS.com — Upaya gencar Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menertibkan siaran televisi berlangganan tanpa izin, rupanya tak sebanding dengan hasil. Lihat saja, jumlah sambungan ilegal televisi berbayar itu terus membesar.

Beberapa waktu lalu Depkominfo mengumumkan ada 1 juta pelanggan yang menikmati siaran televisi berlangganan tanpa membayar. Kemarin (7/5), Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) menunjukkan, per April 2009, angka tersebut naik menjadi 1,4 juta penonton.

Bagi pengusaha, kata Sekjen APMI Arya Mahendra, jumlah 1,4 juta tersebut terbilang fantastis. Hal itu nyaris dua kali lipat jumlah pelanggan resmi. "Total pelanggan resmi TV berbayar tak sampai 800.000 pelanggan," katanya.

Maraknya sambungan ilegal televisi berbayar, papar Arya, terjadi karena menjanjikan untung besar bagi pelakunya. Bayangkan, cukup membayar iuran berlangganan untuk satu sambungan, si pelaku bisa menyalurkannya kembali secara ilegal kepada ribuan pelanggan gelap dengan mengutip biaya Rp 30.000.

Para operator resmi merasa sangat dirugikan oleh kondisi ini. "Meski besaran opportunity lost sulit dihitung, namun dari segi pemasaran jelas mengganggu," ujar Presiden Direktur PT Indonusa Telemedia Rahadi Arsyad. "Satu-satunya cara adalah menuntut penegakan hukum dan ketegasan dari pemerintah," timpal Rudy Tanoesoedibjo, CEO PT MNC Sky.

Untuk penertibannya, APMI bekerja sama dengan The Cable & Satellite Broadcasting Association of Asia (CASBAA). Pihaknya juga akan melaporkan pelaku pada Depkominfo dan mengajukan pengaduan pidana pada polisi.

Asri Winnie Sularto, Kepala Pemasaran dan Manajer Humas Indovison, menambahkan, lemahnya pengawasan terhadap sambungan ilegal membuat jumlah operator resmi hanya enam perusahaan. (Nadia Citra Surya/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau