JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati hubungan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya disebut-sebut tidak mencapai titik temu karena kedua pucuk pimpinan tersebut tetap bersikeras hendak melaju ke pertarungan pemilu presiden mendatang, tetapi Sekretaris Jenderal PDI-P Pramono Anung membantah hal tersebut.
Menurutnya, komunikasi antara kedua partai wong cilik tersebut belum berakhir sebelum pendaftaran pasangan capres dan cawapres ke Komisi Pemilihan Umum hingga tanggal 16 Mei mendatang. "Terlebih antara PDI-P dan Gerindra, dan beberapa partai lainnya, sepakat untuk berkoalisi permanen di parlemen," ujar Pramono seusai kunjungan pasangan capres-cawapres JK-Win ke kediaman Mega, Menteng, Jakarta, Jumat (8/5).
Pramono menambahkan, hingga kini PDI-P tetap membangun komunikasi politik dengan partai-partai lainnya yang ingin mendekat ke kubu "Moncong Putih" tersebut. "Semoga dalam beberapa hari ini sudah dapat diambil keputusan," imbuh Pramono.
Terkait pertemuan antara Ketua Dewan Pertimbangan Partai PDI-P Taufik Kiemas dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kemarin di Cikeas, Pramono menampiknya. Menurutnya, setiap pertemuan parpol selalu didampingi oleh dirinya selaku sekjen PDI-P.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang