PDI-P Bantah Temui SBY di Cikeas

Kompas.com - 09/05/2009, 17:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung dan Ketua DPP Tjahjo Kumolo membantah kabar yang berkembang bahwa pihaknya menemui SBY di kediamannya, Puri Cikeas Indah, malam tadi. Tjahjo bahkan bersumpah bahwa tidak ada pertemuan seperti yang dikabarkan.

"Demi Tuhan, tidak ada pertemuan di Cikeas. Tadi malam, Ibu (Mega) makan malam bersama kakaknya, Mas Guntur. Saya undangan bersama Mas Pram dan Mbak Puan," kata Tjahjo di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5).

Bantahan yang sama juga dikatakan Pramono. Namun, ia membenarkan bahwa partainya menjalin komunikasi dengan semua partai, termasuk Demokrat.

"Komunikasi dilakukan dengan siapa pun, karena bangsa sebesar ini tidak mungkin diurus oleh kelompok atau partai masing-masing. Kalau ditanya ada komunikasi dengan kelompok lain, seperti Golkar, PPP, Demokrat, dengan semua kita komunikasi," kata Pramono secara terpisah.

Akan tetapi, bentuk komunikasi dalam bentuk koalisi atau dalam bentuk lain belum dibicarakan. Pramono mengakui, PDI Perjuangan saat ini dalam posisi harus melakukan komunikasi dengan pihak mana pun. Diminta penegasan, apakah benar pertemuan di Cikeas, ia menjawab, "Tidak ada pertemuan di Cikeas," katanya sambil berlalu, ketika didesak apakah pertemuan dilakukan di tempat lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau