Rekap Nias Selatan Belum Selesai, KPU Tawarkan Dua Opsi

Kompas.com - 09/05/2009, 19:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta masukan dari para saksi partai politik, karena rekapitulasi suara Nias Selatan belum selesai dilakukan. Opsi pertama, hasil penghitungan suara yang sudah masuk akan ditetapkan sebagai hasil dengan tetap merekomendasikan dilakukan penghitungan di TPS yang belum selesai. Opsi kedua, rekapitulasi suara tetap dilaksanakan, dengan data hasil penghitungan ulang menjadi bagian integral dari berita acara yang akan dilengkapi secara utuh.

 

Anggota KPU, Gusti Putu Artha mengatakan, opsi semacam ini juga pernah diterapkan untuk kasus Lampung I, dimana hasil tetap diputuskan. "Tapi jika ada temuan baru yang signifikan, akan dimasukkan dan dianggap bagian yang tidak terpisah. Kalau ada masalah, nanti biar diputuskan di MK," kata Putu kepada para saksi partai politik, di Gedung KPU.

 

Putu lantas meminta masing-masing saksi memberikan pandangan tentang opsi kedua. Saksi dari PDI Perjuangan, Arif Wibowo, mengatakan, partainya pada dasarnya tidak setuju dengan opsi penghitungan ulang.

 

"PDI Perjuangan menolak kalau di Nias Selatan dilakukan hitung ulang, kami tidak setuju. Apapun hasilnya, malam ini harus ada penetapan dan pengesahan tentang perolehan kursi," kata Arif.

 

Sementara itu, saksi dari Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan), menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada KPU karena pertimbangan waktu yang mendesak. Hingga berita ini diturunkan, pandangan dari para saksi parpol masih berlangsung. Pendapat yang masuk akan dijadikan landasan bagi komisioner KPU untuk mengambil keputusan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau