Bawaslu Tuding KPU Halangi Pemantau Pemilu

Kompas.com - 09/05/2009, 21:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tudingan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai menghalang-halangi para pemantau pemilu dan media belakangan ini bukanlah tanpa alasan sama sekali.

Seperti Sabtu (9/5) malam ini, sebagian anggota rombongan Bawaslu yang datang ke KPU tertahan di lantai dasar gedung KPU. Dari 12 orang jajaran Bawaslu, termasuk staf ahli dan beberapa kepala bagian pengawasan dan pelanggaran, lima orang di antaranya tidak dapat masuk. Alasannya sederhana, undangannya hanya terbatas untuk tujuh orang saja. Tanpa tedeng aling-aling, anggota Bawaslu Wahidah Suaib langsung secara blak-blakan kembali mengecam KPU.

"Lagi-lagi Bawaslu menghadapi protokoler yang berlebihan. Ini seharusnya menjadi momentum puncak dimana semua orang dapat berpartisipasi," ujar Wahidah kepada para wartawan di lantai dasar gedung KPU.

Wahidah mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada KPU yang dinilai menutup akses pemantau dan media. "Itu sama dengan pelanggaran kode etik penyelenggaraan pemilu yang bisa diproses di dewan kehormatan," ujar Wahidah sengit.

Terbatasnya akses juga dirasakan sejumlah wartawan peliput pemilu. Para pekerja media tersebut, belakangan ini, tidak dapat sebebas dahulu menemui para komisioner KPU.

Malam ini, wartawan yang hendak meliput rapat pleno penetapan hasil Pemilu Legislatif 2009 dan pembagian kursi hanya "disuguhkan" speaker dengan kualitas audio yang buruk. Speaker tersebut diletakkan di ruang media, padahal rapat berlangsung di lantai dua gedung KPU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau