Jusuf Kalla Keseleo Lidah di Tugu Proklamasi

Kompas.com - 10/05/2009, 11:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla keseleo lidah saat pengukuhan dirinya bersama Ketua Umum Partai Hanura Wiranto sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (10/5). "Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak HWiranto sebagai calon presiden," ujar Kalla.

Ia tidak sadar menyebut Wiranto sebagai calon presiden. Setelah massa berteriak salah, baru ia mengoreksinya. "Itu membuktikan kita katu satu," kilah Kalla.

Setelah itu, ia melanjutkan membacakan sambutannya. Dalam kesempatan itu Kalla menyatakan, ia tidak percaya sepenuhnya pada survey-survey yang hasilnya selalu menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pilihan rakyat.

Kalla mengibaratkan dirinya dan Wiranto layaknya pasangan proklamator Soekarno-Hatta. Gabungan kepemimpinan Soekarno-Hatta, diakui Kalla, yang memberikan inspirasi kepada meeka untuk segera melakukan deklarasi. "Sekarang kami berdua di sini dengan semangat yang sama dengan Soekarno-Hatta demi mengisi kemerdekaan Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti peranan penting masyarakat dalam pembangunan negara di segala aspek. Menurutnya, masyarakat adalah soko guru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengakhiri pidatonya, Kalla menyadur kata-kata yang terdapat dalam teks Proklamasi. "Hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan bangsa, dijalankan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. Atas nama bangsa Indonesia: Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto," ucap Kalla.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau