Saham Cermati Capres-Cawapres

Kompas.com - 11/05/2009, 07:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia pekan ini diperkirakan masih dalam tren menguat, meneruskan pencapaian pekan sebelumnya, dengan ditunjang data-data ekonomi yang meniupkan angin positif bagi pasar. Pelaku juga menanti pengumuman pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Pekan ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak dalam tren menguat meskipun relatif terbatas. Optimisme pemulihan ekonomi diperkirakan masih menjadi pendorong gerak indeks pada pekan ini," sebut analis riset Panis Sekuritas Purwoko Sartono.

Data cadangan devisa, kinerja ekspor, rendahnya inflasi, serta terus menguatnya nilai tukar rupiah masih menjadi katalis positif bagi indeks. 

Di sisi lain, sebutnya, investor juga masih akan mencermati pengumuman koalisi dan pasangan capres-cawapres. Hingga pekan lalu, baru satu pasang capres-cawapres yang memastikan diri menuju Pemilu Presiden 2009, yaitu Jusuf Kalla-Wiranto.

"Pelaku pasar masih menanti siapakah yang akan diusung SBY sebagai cawapres nantinya. Hal ini relatif penting dan dinanti menyangkut apakah cawapres yang dipilih nantinya cukup favorable bagi pasar serta efeknya terhadap dunia politik nasional," jelasnya.

Dikatakannya, secara teknikal indeks masih berada dalam tren bullish. Beberapa indikator sudah menunjukkan kondisi overbought meski momentum indikator masih terus menunjukkan kenaikan. "Kami perkirakan pekan ini indeks akan bergerak dalam kisaran support-resistance 1.812-1.924," sebutnya lagi.

Sepanjang pekan lalu,  IHSG menguat 7,69 persen dari pembukaan 1.729,58 hingga ditutup pada 1.862,53 mengikuti gerak bursa regional. Pergerakan bursa regional didorong oleh sinyal membaiknya perekonomian global.

Tanda pulihnya perekonomian dari resesi global mendorong investor asing melirik kembali emerging market. Kenaikan indeks juga didukung oleh melonjaknya nilai transaksi yang rata-rata Rp 7 triliun sepanjang pekan lalu.

Pengumuman turunnya BI Rate serta hasil stress test perbankan di AS juga direspons positif oleh investor. Harga minyak mentah dan komoditas juga bergerak menguat seiring dengan antisipasi demand akan meningkat pascapulihnya perekonomian. Hampir semua saham unggulan bergerak menguat. Saham ASII, BUMI, INCO, dan PGAS menjadi pendorong gerak indeks terbesar.

Sementara di bursa saham AS, Wall Street pada pekan lalu menunjukan tren bullish. Sepanjang pekan lalu  indeks Dow Jones industrial average menguat 4,4 persen, kemudian indeks The Standard & Poor’s 500 meningkat 5,9 persen, serta  indeks komposit Nasdaq naik 1,2 percen.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Wall Street ditutup menguat seiring dengan melambatnya tingkat kehilangan pekerjaan AS pada bulan April serta hasil stress test terhadap perbankan AS yang menunjukkan bahwa bank-bank besar AS ternyata tidak membutuhkan suntikan dana sebesar yang dikhawatirkan. Dow Jones naik 164,80 poin (2 persen) menjadi 8.574,65. Kemudian indeks S&P 500 bertambah 2,4 persen pada 929,23. Serta indeks Nasdaq meningkat 1,3 persen ke 1.739,00.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau