JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (11/5), naik menembus level Rp 10.300 per dollar AS karena pelaku pasar aktif membeli rupiah yang terpicu ramainya perdagangan saham di pasar modal Indonesia.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar menguat 85 poin menjadi Rp 10.285/Rp 10.290 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu yang mencapai Rp 10.370/Rp 10.380 per dollar.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, mengatakan, pelaku pasar semakin antusias membeli rupiah sehingga mendorong mata uang tersebut terus menguat. "Kami optimis rupiah akan terus menguat hingga mendekati angka Rp 10.000 per dollar," ujarnya.
Rupiah dengan mulus mendekati angka Rp 10.000 per dollar AS karena pelaku asing aktif bermain di pasar modal Indonesia. "Makin besar dana asing yang masuk ke pasar domestik memicu rupiah terus menguat karena akan menukar uangnya dalam bentuk dollar ke rupiah untuk membeli saham atau bermain di pasar uang," katanya.
Ditanya kaitannya dengan koalisi pasar, Edwin Sinaga mengatakan, rupiah tidak akan terpengaruh. Hal ini merupakan hal biasa koalisi partai hanya untuk mencari mitra menjelang pemilihan capres dan cawapres. "Bahkan sentimen positif makin besar, meski Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen," katanya.
Penurunan bunga BI Rate, justru menunjukkan bahwa kinerja ekonomi nasional akan semakin bagus dan minat investor semakin besar untuk masuk ke pasar domestik karena dengan bunga tujuh persen itu Indonesia dinilai merupakan pasar potensial yang masih bagus. "Kami optimis Indonesia akan tumbuh dengan baik apabila dana asing yang masuk itu dapat dialihkan ke jangka panjang," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang