BANGKALAN, KOMPAS.com — Mistar (55), warga Desa Patenteng, Kecamatan Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (10/5), membacok tetangganya, Gunawan (40), hingga tewas. Mistar memastikan Gunawanlah yang selama ini menjalin asmara dengan istrinya.
Kapolres Bangkalan AKBP M Aris Purnomo, Senin, membenarkan adanya pembunuhan bermotif perselingkuhan tersebut. "Benar saat ini kami masih memeriksa pelaku atas peristiwa pembunuhan tersebut," kata Aris Purnomo.
Peristiwa pembunuhan bermotif perselingkuhan antara Gunawan dan istri tersangka, Mistar, yang masih tetangganya sendiri itu, terjadi Minggu (10/5) sekitar pukul 07.00.
Menurut Aris, pelaku pembunuhan tertangkap dua jam kemudian, yakni sekitar pukul 09.00 dan langsung ditahan di Mapolsek Modung. "Tim penyidik reskrim Polsek Modung kini melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Mistar, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," jelasnya.
Kronologi kejadian yang diungkap tersangka pada petugas, yakni saat itu Mistar, Tiyem alias Hatimah (istri Mistar) berjalan bertiga bersama Gunawan saat pulang dari sawah menuju rumahnya. Di tengah perjalanan pulang itulah Mistar melihat gelagat yang mencurigakan yang dilakukan istrinya dengan korban Gunawan. Saat itu juga Mistar langsung membacokkan celurit ke arah istrinya, tetapi yang bersangkutan langsung lari menghindar.
Gunawan juga tidak luput dari sasaran celurit. Bahkan bacokan celurit Mistar mengenai perut bagian kiri korban, pergelangan tangan kiri, serta leher belakang, hingga akhirnya korban Gunawan tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke polisi. Tim Reskrim dari Mapolres Bangkalan, dan Polsek Modung langsung menuju TKP, menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit yang masih berlumuran darah.