Orangutan Pun Mampu Rilis Album

Kompas.com - 11/05/2009, 15:13 WIB

KOMPAS.com — Seekor orangutan di sebuah kebun binatang Jerman merilis CD berisi jingle siulannya yang dipadukan dengan sejumlah suara termasuk suara alam. Orangutan yang diberi nama Ujian ini termasuk salah satu penghuni kebun binatang Heidelberg.

Pakar primata Bern Kowalski menggambarkan orangutan berusia 14 tahun itu sebagai salah satu sahabatnya yang cerdas dan berbakat. "Ujian telah mengembangkan teknik bersiul dengan multinada," kata Kowalsky, yang berpendapat kemampuan hewan itu bersiul terbentuk setelah mendengar siulan petugas kebersihan kebun binatang atau suara gaduh yang ditimbulkan oleh hewan primata lainnya.
 
Seorang produser musik Heidelberg, Christian Wolf, tertarik untuk memanfaatkan kemampuan Ujian di dunia rekaman. Hasilnya, terciptalah CD berisi suara siulan orangutan ini yang berhasil dipadukan dengan suara alam di hutan maupun lagu yang dinyanyikan oleh manusia.

CD rekaman Ujian yang juga tersedia dalam versi karaoke akan dilepas ke pasar musik seharga Rp 70.000 per keping bulan depan. "Apabila ada keuntungan dari penjualan CD itu maka keuntungan itu akan diserahkan bagi perbaikan fasilitas kandang primata kebun binatang Heidelberg," kata Christian Wolf.

"Saya berasal dari Heidelberg dan biasa pergi ke kebun binatang itu bersama dengan anak-anak saya. Senang saja rasanya dapat membantu hewan-hewan primata itu,"demikian diakui Christian Wolf.

Lalu, apa reaksi Ujian setelah berhasil merilis album? Orangutan ini justru tidak terkesan dikagumi oleh manusia. Ternyata Ujian lebih tertarik menggunakan kemampuannya bersiul untuk menggoda 2 ekor orangutan betina yang berada di dekat kandangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau