Di-"Fit Proper and Test" DPR, Darmin Grogi

Kompas.com - 11/05/2009, 16:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution merasa grogi saat menjalani fit dan proper test. Di hadapan anggota Komisi XI DPR, Darmin harus menjawab sejumlah pertanyaan yang dilayangkan dari 11 anggota DPR. 

"Saya jadi grogi juga. Saya serasa dikuliti, dipaksa harus menjawab berbagai hal," kata Darmin sambil tersenyum, saat menjalani fit dan proper test, di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (11/5).

Dalam kesempatan tersebut, Darmin mengatakan bahwa peran bank sentral semakin penting pada saat krisis. Saat krisis tahun 1998 lalu, tidak hanya membuat ekonomi semakin lambat, tetapi juga merusak berbagai bagian ekonomi Indonesia. "Beban yang mahal dari bangsa kita," ujarnya.

Pengalaman krisis tersebut memberikan beban pelajaran, dan memperbaiki hal-hal yang kurang baik. Akibat krisis tersebut, lanjut Darmin, membuat Indonesia mengerti arti sektor keuangan. "Fungsi sektor keuangan seperti jantung dalam perekonomian," ujarnya.

Seusai menjalani fit and proper test, Darmin menegaskan, ia menyerahkan seluruh hasilnya kepada DPR. "Tidak, jangan terlalu buru-buru. Tidak elok itu, ngomong sesuatu yang kita sendiri belum jelas. Ya ikuti sajalah saya sudah mencoba menjelaskan saya sudah mencoba menjalani fit and proper test. Segala sesuatu sekarang tergantung pada DPR Komisi XI. Tinggal menunggu keputusan dari sana," paparnya.

Darmin mengaku bangga dan merasa terhormat telah diundang Komisi XI untuk mengikuti fit dan proper test tersebut. "Saya berjanji akan melakukan pengabdian saya untuk suatu BI yang kredibel dan efektif. Untuk kemajuan BI," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau