JAKARTA, KOMPAS.com — Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution merasa grogi saat menjalani fit dan proper test. Di hadapan anggota Komisi XI DPR, Darmin harus menjawab sejumlah pertanyaan yang dilayangkan dari 11 anggota DPR.
"Saya jadi grogi juga. Saya serasa dikuliti, dipaksa harus menjawab berbagai hal," kata Darmin sambil tersenyum, saat menjalani fit dan proper test, di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (11/5).
Dalam kesempatan tersebut, Darmin mengatakan bahwa peran bank sentral semakin penting pada saat krisis. Saat krisis tahun 1998 lalu, tidak hanya membuat ekonomi semakin lambat, tetapi juga merusak berbagai bagian ekonomi Indonesia. "Beban yang mahal dari bangsa kita," ujarnya.
Pengalaman krisis tersebut memberikan beban pelajaran, dan memperbaiki hal-hal yang kurang baik. Akibat krisis tersebut, lanjut Darmin, membuat Indonesia mengerti arti sektor keuangan. "Fungsi sektor keuangan seperti jantung dalam perekonomian," ujarnya.
Seusai menjalani fit and proper test, Darmin menegaskan, ia menyerahkan seluruh hasilnya kepada DPR. "Tidak, jangan terlalu buru-buru. Tidak elok itu, ngomong sesuatu yang kita sendiri belum jelas. Ya ikuti sajalah saya sudah mencoba menjelaskan saya sudah mencoba menjalani fit and proper test. Segala sesuatu sekarang tergantung pada DPR Komisi XI. Tinggal menunggu keputusan dari sana," paparnya.
Darmin mengaku bangga dan merasa terhormat telah diundang Komisi XI untuk mengikuti fit dan proper test tersebut. "Saya berjanji akan melakukan pengabdian saya untuk suatu BI yang kredibel dan efektif. Untuk kemajuan BI," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang