SURABAYA, KOMPAS.com — Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhi Purdijatno mengatakan, TNI AL telah menempatkan prajurit marinir pada 12 pulau terluar untuk menjaga kedaulatan negara.
"Kalau pulau-pulau terluar itu tidak diawasi, akan disinggahi orang asing dan akhirnya diklaim sebagai miliknya. Karena itu, kita awasi 12 pulau terluar dengan setiap pulau dijaga 30 prajurit marinir," kata KSAL di Markas Kobangdikal, Bumimoro, Surabaya, Selasa (12/5).
Menurut dia, pihaknya membutuhkan kapal patroli untuk melakukan pengawasan itu. Oleh karena itu, pihaknya mengajukan permohonan kepada pemerintah. "Kami sudah merencanakan empat kapal baru, yakni dua kapal produksi PT PAL dan dua kapal lagi produksi Korea. Namun, realisasi dua kapal produksi PT PAL itu mundur karena masalah manajemen PT PAL sendiri," katanya.
KSAL memperkirakan, dua kapal produksi PT PAL itu akan diterima TNI AL pada Oktober 2009 dan Januari 2010.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang