Penyelundupan Pupuk Kembali Digagalkan

Kompas.com - 12/05/2009, 20:23 WIB

 

NGAWI, KOMPAS.com- Kepolisian Resor Ngawi kembali menggagalkan upaya penyelundupan pupuk ke luar wilayah Ngawi. Sebanyak 120 sak pupuk urea seberat enam ton disita di Jalan Raya Ngawi-Bojonegoro karena pupuk hendak dijual di Bojonegoro dengan harga lebih mahal.

Terungkapnya upaya penjualan pupuk ke Bojonegoro yang seharusnya didistribusikan untuk petani di Ngawi ini terjadi setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat. Informasi itu berupa seringnya seorang pria berinisial AA (56), warga Dusun/Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Bojonegoro, membeli pupuk di Ngawi untuk dibawa dan dijual di Bojonegoro dengan harga yang lebih mahal.

Informasi tersebut kemudian diselidiki oleh polisi. Dari hasil penyelidikan diketahui AA telah membeli pupuk di Kecamatan Padas dan akan dikirimkan ke Bojonegoro pada Senin (11/5) malam.

Ketika truk berwarna kuning, bernomor polisi S 8972 J, yang mengangkut enam ton pupuk urea yang dibeli AA itu melintas di Jalan Raya Ngawi-Bojonegoro, persisnya di Desa Banyu Urip, Ngawi, polisi pun menghentikan truk tersebut. Truk beserta isinya lalu dibawa ke markas Polres Ngawi. Selanjutnya, AA di tetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ngawi Ajun Komisaris Sujarwanto, Selasa (12/5), mengatakan, praktik penyelundupan pupuk ini merugikan petani di Ngawi. Pasalnya dengan begitu, jatah pupuk untuk petani justru berkurang, sehingga mereka kesulitan memperoleh pupuk.

Menurut dia, tersangka akan dijerat dengan pasal 19 ayat empat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2008 tentang Pengadaan, Penyaluran Pupuk Bersubsidi. Ancaman hukumannya dua tahun penjara, tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau