Terobosan Baru Antonius pada Honda Vario

Kompas.com - 13/05/2009, 07:42 WIB

KOMPAS.com Nih, terobosan baru lagi dari dunia modifikasi motor di Tanah Air. Pelakunya, builder Antonius Chandra dari Jakarta, melalui Honda Vario 2007.

Kalau aliran modifikasinya, ya sudah biasa. Desain knalpot model rangkap seperti Harley, ini sudah ada yang pakai. Begitu juga rumah CVT yang dimelarkan, pun sudah ada yang melakoninya.

Lantas dari sisi mana yang jadi terobosan? Perhatikan pemakaian velg depan dan belakang. Di sini, Antonius ingin kasih unjuk, kalau dengan ukuran yang berbeda jauh, motor masih bisa melaju dengan aman dan enak. Untuk itu, velg depan disematkan ukuran 14 inci, sedangkan belakang 20 inci.

Untuk menjejalkan roda belakang berdiameter sebesar itu tentu butuh banyak rombakan. Di antaranya memundurkan sumbu roda sampai 20 cm dan dianggap Anton—sapaan akrab Antonius—sebagai ukuran minimal dan ban tidak ngesrot.

Memasang velg mobil, ada beberapa trik. Seperti saat pasang teromol asli, punya Vario dikawinkan dengan bagian tengah velg mobil yang diikat dengan 4 baut ukuran 12, tanpa ada pengelasan sama sekali.

Bisa ditebak, roda yang superbesar pasti mentok pada belakang mesin. Solusinya, rumah CVT dipanjangkan. "Caranya, rumah CVT dipotong lantas ditambah daging aluminium 10 cm dan dilas argon. Tebal aluminium 5 mm," ungkap Anton. Dengan begitu, ia juga mengatakan, v-belt harus diganti dengan yang lebih panjang melalui pemakaian timing belt mobil atau dari alat berat.

Untuk pemakaian velg besar, enggak cuma CVT dan sumbu roda yang dimodifikasi. Bagian tertentu di bodi juga ada yang terkena modifikasi. Seperti tangki bensin, Anton harus membuat yang baru, berkapasitas 2,5 liter, terbuat dari pelat besi 2 mm. Posisinya digeser ke atas boks CVT.

Sokbreker belakang sudah lenyap. "Hanya dibuatkan besi penopang bodi dengan pipa diameter 3 mm yang dilas ke rumah CVT," papar Anton. (Nurfil)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau